| Selasa, 20 Juli 2004 | PANTURA |
Tabrakan Suzuki Carry Vs SembraniKorban Trauma Lihat Lampu KATEGAL - Kecelakaan antara mobil Suzuki Carry D-1844-AJ dan Kereta Api (KA) Sembrani jurusan Stasiun Surabaya - Jakarta di lintasan KA Jl Merpati Kelurahan, Randugunting, Kota Tegal, Minggu malam (18/7) menyisakan trauma bagi Budi Hartono Enggelete (35), teman korban yang ikut di dalam kendaraan itu. Lelaki yang tinggal di Jl Pala Barat No 425 Kelurahan Mejasem, Kabupaten Tegal itu sempat menyaksikan detik-detik menjelang peristiwa nahas tersebut. Ketika dia melihat lampu KA dari arah barat, Drs Sugito (49), pengemudi mobil Carry, masih berusaha menghidupkan mesin mobil. Dalam keadaan gugup, dia berulang-ulang menstarter mobil, tapi mesin tak kunjung hidup. Ketika KA makin mendekat, yakni sekitar 100 meter, Budi membuka pintu mobil kemudian lari menyelamatkan diri. Hal yang sama juga diikuti oleh Sugito. Namun KA keburu mendekat sehingga ketika Sugito baru menginjakkan kaki ke tanah, mobil tahu-tahu sudah dihantam loko KA Sembrani seri CC-20326 yang melaju ke arah timur. Karena posisi Drs Sugito masih ada di balik pintu, dia akhirnya ikut terpental terkena hantaman bodi mobil miliknya. Korban pun terpelanting sampai dua meter dengan posisi tepat berada di tengah rel dengan luka di bagian kepala. Sementara itu mobilnya terseret sampai 30 meter dari lintasan. Budi hanya bisa terbengong-bengong menyaksikan kejadian itu. Warga sekitar yang mendengar suara tabrakan KA dengan mobil itu langsung berbondong-bondong ke lokasi. Mereka akan memberikan pertolongan dengan mengangkat tubuh korban. Namun pada saat yang bersamaan dari arah timur muncul KA lain sehingga mereka sementara mengurungkan niatnya. Setelah KA tersebut lewat, mereka langsung memberikan pertolongan, tapi korban sudah meninggal. Masih Shock Ketika ditemui di kediamannya, Budi kemarin masih tampak diliputi perasaan cemas. "Sampai sekarang saya masih shock melihat lampu kereta," ujar Budi lirih. Dia mengatakan, sejak Minggu pagi dia bersama korban sibuk mempersiapkan pembukaan warung di kompleks Gedung SMA Negeri 3 Kota Tegal. Di sekolah tersebut, korban pengajar mata pelajaran Bimbingan dan Penyuluhan (BP). Istri Budi dan istri korban, sebelumnya membantu mempersiapkan warung tersebut. Pada pukul 16.00 mereka berempat pulang ke rumah menggunakan mobil yang ditabrak itu. Malamnya Budi dan korban berangkat ke warung untuk mengecek persiapan terakhir. Namun saat pulang itulah mobil tersebut mogok di tengah rel KA yang tak ada penjaganya. "Waktu itu sebenarnya istri saya mau ikut, tapi karena sudah malam saya tolak. Akhirnya saya dan Gito (panggilan pada Sugito-Red) yang berangkat," ujar Budi. Budi juga menceritakan, sebelum kecelakaan itu, korban sempat mengikuti acara selamatan pembukaan warung. Saat itu, Budi mendengar perkataan Sugito yang berjanji akan menghadiri selamatan warung lain di sebelahnya. Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, Sugito mengajak dirinya makan di warung Saetun yang terletak tidak jauh dari lintasan rel KA Merpati. Namun sampai di tempat tujuan, ternyata warung itu sudah tutup. Mereka pun berniat kembali dengan melintasi rel KA itu sampai akhirnya mobil mogok di tengah rel dan tertabrak KA. Kapolresta Tegal AKBP Drs Effiantara Brata Mandala melalui Kasatlantas AKP Arifin Rennel mengatakan, kecelakaan yang menimpa korban itu disebabkan oleh minimnya pengamanan di lintasan tersebut. Lintasan itu membelah perkampungan warga di Kelurahan Randugunting yang termasuk jalur padat kendaraan. "Saya sudah memperingatkan tentang kerawanan tempat itu, tapi tampaknya tidak diindahkan," kata Rennel yang didampingi Kanit Laka Ipda Joko Margono. Untuk menghindari kejadian serupa, Arifin menghimbau pengguna jalan yang melewati lintasan rel tersebut untuk lebih berhati-hati. Sebelum melintasi rel, dia menyarankan untuk tengok kanan-kiri. Jika perlu, saat akan melintasi rel, kecepatan kendaraan ditambah. Sebab bila ada KA yang berada tak jauh dari perlintasan akan menimbulkan daya magnet di sepanjang rel. "Daya magnet tersebut dapat mengakibatkan mesin mati," jelas Rennel. (on-90n) |