| Selasa, 20 Juli 2004 | PANTURA |
Gagal Dirampok, Mobil Kijang Juragan Bawang Dilempar BatuSLAWI-Jalur jalan antara Jatibarang (Brebes)-Balapulang (Tegal), belakangan ini rawan perampokan. Pelaku mengadang mobil di tengah jalan yang sepi, kemudian setelah berhenti penumpangnya ditodong dengan senjata tajam. Peristiwa terakhir menimpa H Tobari (55), juragan bawang merah asal Kampung Gamprit Kelurahan Brebes, Kecamatan Brebes, Minggu dini hari, pukul 03.00 WIB lalu. Saat itu, Tobari naik mobil Toyota Kijang dari arah selatan menuju Jatibarang, Brebes. Di tengah jalan sekitar Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, mobilnya tiba-tiba diadang empat pemuda tak dikenal. Dua pemuda di antaranya mengacung-acungkan clurit dan parang. Sadar akan dirampok, pengemudi mobil Aris Fauzan justru tancap gas melewati kawanan perampok itu. Merasa sasarannya tak bisa dihentikan, salah seorang dari pelaku melempari mobil dengan batu besar dan mengenai bagian bemper belakang hingga rusak. H Tobari kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Jatibarang, sekitar 6 km dari tempat kejadian perkara (TKP). Seorang Ditangkap Petugas piket Polsek Jatibarang, Brigadir H Muksinun (kepala jaga) dan seorang anggota Briptu Supardi setelah menerima laporan langsung meluncur ke lokasi menggunakan mobil patroli, diiringi mobil korban di belakangnya. Sampai di lokasi, ke empat kawanan rampok ternyata masih ada di tempat itu. Salah seorang dari mereka bernama Imam (20), warga Randusari, Kecamatan Pagerbarang, akhirnya ditangkap, sedang tiga pelaku lain kabur di kegelapan malam. Imam selanjutnya diserahkan ke Polsek Pagerbarang. H Tobari, kemarin mengatakan, pagi itu dia dalam perjalanan dari Yogyakarta, lewat Wangon-Bumiayu-Balapulang. Dia tak menduga, jalan mulus yang menghubungkan dua kabupaten itu ternyata rawan penodongan. "Saya tak bisa membayangkan kalau mobilnya berhenti, kawanan itu pasti akan melucuti harta benda kami," tuturnya. Juragan bawang itu berharap, setelah pelaku yang dikenali bernama Imam tertangkap, polisi segera melakukan pengusutan terhadap pelaku yang lain. Sebab, selain terhadap dirinya, diperkirakan mereka sering dan akan beraksi lagi di jalan sepi itu. Sementara itu ketika diserahkan ke Polsek Pagerbarang, Polres Tegal, tersangka Imam diterima petugas piket Polsek bernama Bripda Heri dan Abrip Kuntoro untuk diusut lebih lanjut.(wh-14a) |