logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 PANTURA
Line

Diare Melanda Kota Tegal

TEGAL- Mengejutkan, jumlah penderita penyakit diare di Kota Tegal selama dua bulan terakhir (Juni-Juli 2004) mengalami lonjakan drastis. Fenomena itu nyaris terjadi di luar pantauan berbagai kalangan. Padalah, menurut perkiraan dinas kesehatan, wabah tersebut akan muncul pada musim kemarau panjang.

Berdasarkan data di Rumah Sakit Islam (RSI) Harapan Anda, pada Juni lalu tercatat 90 penderita dirawat di RS swasta itu. Memasuki pertengahan Juli, terdapat 56 penderita. Biasanya, jumlah penderita tidak mencapai 50 orang.

"Jumlah itu terbilang lebih banyak dibanding triwulan pertama tahun ini," kata Kepala Humas RSI Harapan Anda, Said Basalamah kemarin.

Saat ini pasien penderita diare yang dirawat sebanyak delapan orang, bahkan hampir setiap hari ada dua penderita masuk RS. "Setiap hari, minimal dua pasien masuk ke rumah sakit ini," tambahnya.

Sebagian besar pasien berasal dari Kecamatan Margadana, dan selebihnya dari kecamatan lain seputar Kota Tegal.

Penderita biasanya datang sudah dalam keadaan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) berat. Bahkan beberapa hari lalu, terdapat dua pasien yang dilarikan ke rumah sakit itu dalam kondisi koma.

Salah seorang dokter RSI Harapan Anda, dr Ratna Dewi mengatakan, penderita yang dilarikan ke rumah sakit itu umumnya berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Mereka dari kelompok bayi di bawah usia lima tahun (balita).

"Tujuh puluh persen penderita diare di sini adalah balita," kata Ratna. Penyakit itu menimpa anak, karena mereka tergolong rawan kemasukan kuman penyakit. Kemungkinannya, karena kurang pengawasan orang tua.

"Waktu memegang makanan, tangan mereka kotor sehingga membawa kuman dan masuk ke dalam tubuh," tuturnya.

Apabila kondisi tubuh kurang sehat, kuman akan menyebabkan infeksi di saluran pencernaan. Penyakit tersebut biasanya diawali dengan muntah, serta demam dengan diselingi mencret yang berkepanjangan. Dalam jangka panjang, penderita akan mengalami kekurangan cairan, dan tubuh menjadi lemas.

Disebutkan, penyakit menyerang pada musim kemarau yang diselingi hujan. Pada kondisi itu, kuman-kuman penyakit semakin menyebar. Apalagi bila kondisi lingkungan kurang sehat, akan mempercepat terjangkitnya wabah itu.

Karena itu, dia mengingatkan agar orang tua ketika menyajikan minuman kepada bayi terlebih dahulu mendidihkan dot supaya steril. Selain itu, balita yang mengalami gejala diare dianjurkan mengonsumsi susu yang khusus untuk penderita diare.

Sejauh ini, semua pasien penderita diare yang masuk ke RSI Harapan Anda dapat diselamatkan. "Belum ada yang mengalami kondisi kritis hingga tewas," kata Ratna.

Kepala Dinas Kesehatan, dokter Achmad Soegito menjelaskan, pihaknya sudah mengantisipasi wabah penyakit tersebut dengan penyuluhan. Tingginya angka penderita diare, merupakan fenomena umum yang terjadi menjelang musim kemarau. "Kami sudah melakukan antisipasi secara dini," ujarnya.

Wali Kota Tegal, Adi Winarso SSos kemarin langsung meninjau pasien penderita diare di RSI Harapan Anda. Adi Winarso menghimbau agar masyarakat lebih menjaga kesehatan lingkungan, terutama di musim kemarau saat ini.

Dia juga meminta agar penderita yang mengalami gejala diare segera dilarikan ke rumah sakit secara lebih dini, sebelum mengalami kondisi yang lebih parah. "Penanganan dini akan lebih memudahkan perawatan, selain juga biayanya lebih rendah," kata Adi. (on-a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA