| Selasa, 20 Juli 2004 | OLAHRAGA |
Edy Bawa Persibat Menangi Partai DerbyBATANG-Sesumbar Ketua Umum Persibat Bambang Bintoro SE bahwa pasukannya mampu mengalahkan Persiku Kudus akhirnya terbukti. Tim yang berjuluk Laskar Banteng Alas Roban itu memenangi partai derby Jateng itu dengan skor 1-0, dalam lanjutan pertandingan Grup E Kompetisi Divisi II Nasional di Stadion Gelora Batang, Senin kemarin. Pada menit-78, Stadion Gelora yang memerah oleh ribuan suporter Persibat bergema ketika kapten kesebelasan Edy John Sarwono mencetak gol indah. Itu berawal dari serangan balik yang dilakukan cepat oleh pemain-pemain belakang. Sugianto Ambon menyapu bola ke tengah lapangan. Bola jatuh di kaki Suroso, yang lalu mengumpankan kepada Edi John Sarwono. Melihat kiper Aris Noviandi maju, mantan pemain Persijap Jepara ini melambungkan bola ke arah gawang yang sudah melompong. 1-0. Gol itu langsung disambut histeris para suporter. Bambang Bintoro yang sejak pertandingan menggenggam tasbihnya di bangku cadangan bersama para ofisial, langsung mengusap muka sambil berkata, ''Alhamdullilah''. Setelah itu dia langsung membalas ''salam jos'' dari pemain dan pelatih. Pertandingan yang dipimpin wasit R Pramor ini berlangsung menarik. Kedua kesebelasan bermain menyerang. Tim tamu menurunkan empat mantan pemain utama Persibat. Mereka adalah pemain belakang M Qiftorul Azis dan Yohanes Anis Prastowo serta penyerang Moch Nur Huda dan Agus Budi Santoso. Sedangkan pemain asli Warungasem, Batang yang lugas sebagai stoper, Zamroni, oleh pelatih Kasyadi didudukkan di bangku cadangan. Bola Liar Kesebelasan berjuluk Macan Muria ini sebenarnya berkali-kali memperoleh peluang emas. Salah satunya, tendangan Samuri pada babak pertama membentur tiang gawang. Padahal kiper kelahiran Medan, Ucok Zulhairi sudah out of position. Namun, bola liar itu berhasil disapu oleh destroyer asal Lamongan Dedy Andrijanto. Bek kiri Persibat Andreas Kusmeidi nyaris mencetak gol ketika tendangan kerasnya tipis di pojok atas gawang. Serangan silih berganti terus dilakukan, namun tidak satu pun gol tercipta di babak pertama. Pada babak kedua, pelatih Max Pieters mengubah irama permaina. Dia memancing lawan untuk melakukan serangan. Barulah setelah itu, serangan balik dilakukan. Anak-anak Kudus memang main agresif. Barisan belakangnya pun ikut membantu melakukan gempuran. Namun, ketatnya barisan pertahanan tuan rumah membuat serangan-serangan itu sering kandas sebelum mencapai gawang. Gelandang Sudiman, Suwito dan Agus Puryanto bergantian memerankan diri sebagai libero. Di depan, old crack Cahyono yang ditempel ketat Kudus Arif Sarifudin menunjukkan kelasnya sebagai penyerang andal. Berkali-kali dia melakukan manuver yang membahayakan. Max Pieters membuat kejutan. Pada pertengahan babak kedua, dia menarik Cahyono. Masuk pemain senior lainnya, Subkhan. Ternyata, masuknya pemain asal Banyuputih, Limpung itu hanya untuk menyiasati pemain belakang lawan yang sering menempel Cahyono. Pada menit-78, ketika pemain belakang Persiku ikut menyerang, Edy John Sarwono lepas. Dia berhasil mencetak gol. Ketinggalan satu gol, Persiku tak patah semangat. Berulangkali striker Samuri dan Slamet Riyanto melakukan serangan. Namun bola-bola yang mereka lepaskan selalu lengket di pelukan Ucok Zulhairi. Pada menit ke-84, Laskar Alas Roban harus bermain 10 orang, menyusul kartu kuning kedua yang diberikan kepada Sudiman. Sebelumnya, pada menit ke-60 dia juga telah menerimanya. Di kubu Persiku, ada dua pemainnya yang terkena kartu kuning, yaitu Yohanes Anis Prastowo dan Cucun Sulisto. Meskipun bermain dengan 10 orang, barisan belakang Persibat tetap solid. (ar-22) |