logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 OLAHRAGA
Line

Tenis Meja Andalkan Beregu Putra

SEMARANG- Sudah hampir satu minggu ini Anton Suseno dkk latihan secara intensif di GOR Trilomba Juang Mugas. Program ini akan dijalankan sampai menjelang pelaksanaan PON XVI Palembang awal September.

Selama ini Anton dan adiknya Yon Mardiyono berlatih bersama Klub Maspion Surabaya, kemudian Hadi Yudho di Klub HCIYS Surabaya, lalu Ipong Hartono di Klub Apacinti Kabupaten Semarang. ''Sebelumnya saya sudah ada komitmen dengan klub, sehingga kepergian saya ke Jateng tidak dimasalahkan. Jadi mulai saat ini saya sudah konsentrasi untuk Jateng, persiapan ke PON Palembang,'' tutur Anton, saat istirahat latihan petang kemarin.

Kendati sebelumnya sudah pernah latihan bersama di Semarang, tetapi tidak teratur akibat kesibukan kompetisi yang diikuti oleh klubnya, terakhir dalam Kejuaraan Silatama di Jakarta, akhir Juni 2004 lalu.

Hasil yang dicapai juga cukup membanggakan. Dalam kejuaraan yang hanya mempertandingkan nomor beregu itu, Anton dkk berhasil merebut gelar juara, sehingga hasil di Jakarta sudah memberi gambaran medali di PON dinomor beregu putra.

Materi pemain waktu juara, Anton Suseno, Yon Mardiyono ditambah salah satu rekannya. Tetapi di PON nanti, Anton dan Yon ditambah satu pemain yaitu Hadi Yudho, sehingga tiga pemain ini bisa menjadi satu kekuatan nomor beregu putra.

''Nama Hadi Yudho sudah tidak asing lagi bagi saya karena pernah lama kumpul di Klub Djarum Kudus. Dari nomor beregu putra inilah, peluang merebut medali emas cukup besar,'' tandasnya.

Ganda Campuran

Pemain yang mempunyai tipe permainan bertajam ini, pada PON nanti akan konsentrasi di tiga nomor yaitu di beregu, ganda putra berpasangan dengan Yon, dan ganda campuran bersama Wahyuningrum.

Sementara itu, saat latihan bersama adiknya petang kemarin, pertahanan Anton masih kelihatan kokoh. Pukulan forehand spin, maupun backhand spin yang keras yang dilancarkan oleh Yon, bisa dikembalikan dengan sempurna.

Yon pun terlihat sering terkecoh, saat mengembalikan bola, lewat bed warna merah keriting tersebut, beberapa kali bola menyangkut net. ''Itu salah satu kelebihan Anton. Orang mengira bola itu isi (plintir, Red), padahal bolanya kosong,'' tutur Ketua Komisi Kepelatihan Pengda PTMSI Jateng Dustamat saat menungguhi latihan.

Dalam pada itu Ketua Harian Pengda PTMISI Jateng Ir Farchan, saat menyaksikan latihan menyebutkan, GOR Tri Lombang Juang yang biasa digunakan untuk bulutangkis, sudah hampir dua minggu ini dikontrak sampai menjelang PON, sehingga cabang olahraga lain tidak bisa memakai.

''Mes Trilomba Juang juga kami kontrak untuk pemain, sehingga para pemain bisa konsentrasi penuh setiap pagi, siang dan malam, karena antara penginapan dan tempat latihan berdekatan,'' jelas Farchan.

Ditambahkan, upaya mendatangkan dua pemain asal Cina juga merupakan salah satu strategi untuk mengantisipasi kekuatan Jatim, karena peta kekuatan tenis meja saat ini ada di Jawa Timur, terutama berasal dari Klub Sanjaya Kediri.

''Sebelum kami pakai, dua asal pemain asing ini sudah didatangkan oleh Jatim. Saya tidak mau terkecoh oleh Jatim, makanya setelah dipakai PON Jatim, sekarang mereka berdua kami undang, dengan pertimbangan bisa mengantisipasi permainan Jatim di PON nanti,'' tandasnya. (C16-57)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA