logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 OLAHRAGA
Line

Herry Kembali Asah Eksekutornya

SEMARANG - Kegagalan Ricardo Bonavides dalam mengeksekusi tendangan penalti pada menit ke-67 pada pertandingan melawan Persik di Stadion Jatidiri, Minggu lalu, membuktikan PSIS tidak punya pemain spesialis tendangan penalti. Padahal, selama ini pelatih Herry Kiswanto terus melatih anak-anak asuhannya untuk menjadi eksekutor yang andal, baik untuk tendangan penalti maupun tendangan bebas.

Para pemain PSIS seperti Indriyanto Nugroho, Purwanto, Sasi Kirono, Darwin Perez, Ricardo Bonavides, Roberto Kwateh dan Abdoulaye Djibril sebenarnya sudah lama dipersiapkan untuk menjadi eksekutor tendangan penalti atau tendangan bebas. Tidak jarang, mereka dilatih tersendiri oleh Herry seusai latihan rutin PSIS. Namun, hasilnya masih terlihat belum memuaskan.

Menurut Herry hal tersebut disebabkan karena para pemain yang dipersiapkan menjadi eksekutor tersebut kurang memiliki mental baja. Padahal, untuk menjadi eksekutor penalti dibutuhkan mental yang sangat kuat untuk menghadapi tekanan-tekanan, baik dari penonton maupun diri sendiri.

''Belum ada pemain spesialis tendangan penalti atau bebas. Salah satu kedalanya adalah masalah mental. Kadang para pemain kurang percaya diri atau mantap saat mengeksekusi penalti seperti yang terjadi pada Ricardo. Karena itu, mental mereka akan kembali kami asah agar semakin mantap,'' ujar mantan kapten timnas Indonesia itu.

Kegagalan Ricardo dalam mengeksekusi penalti tersebut menjadi pelajaran tersendiri bagi Herry. Menjelang pertandingan lawan Persela Lamongan (1/8) yang rencananya di gelar di Gresik, Herry akan mempersiapkan kembali pemain-pemain yang akan dijadikan eksekutor tendangan penalti atau tendangan bebas. Sebab, tendangan bebas tersebut merupakan salah satu peluang untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Hal itu dapat dilihat di pertandingan lawan Persik lalu. Gol pertama PSIS yang dicetak oleh Roberto Kwateh pun berasal dari tendangan bebas yang dilakukan oleh Darwin Perez. Dan, gol penentu kemenangan PSIS pun dicetak oleh Djibril melalui titik putih. (H13-57)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA