| Selasa, 20 Juli 2004 | WACANA |
SURAT PEMBACAKredit Bank MandiriBeberapa bulan lalu saya tertarik mengikuti tawaran Kredit Multi Guna Mandiri. Syarat di antaranya PNS bermasa kerja 18 tahun, gaji dan tambahan lain yang dibuktikan dengan kopi dan keterangan atasan beserta gaji istri tidak kurang dari Rp 2 juta. Masa kerja saya masih 10 tahun, sertifikat HM berikut SPPT PBB, rekening telepon, listrik dan PDAM atas nama saya, di samping pula punya motor dua buah dan tabungan di Bank Mandiri hampir Rp 30 juta rupiah (meski keduanya atas nama isteri). Namun izin bangunan memang atas nama orang tua saya. Tanggal 6 Mei 2004 saya ditelepon segera membayar uang apraisal sebesar Rp 250 ribu (kopi terlampir) untuk ditransfer ke Semarang. Tanggal 16 Juni 2004 disurvey PT Inti Utama Cahaya Perkasa dengan disodori kuitansi biaya transpot Rp 200 ribu. Tanggal 10 Juli 2004 saya mendapatkan surat dari Bank Mandiri Cabang Semarang Pahlawan, isinya permohonan belum dapat dipenuhi. Saya berterima kasih karena permohonan kredit diperhatikan. Buktinya, tidak hanya bendahara saya saja yang dihubungi, sampai isteri, manager isteri pun tak luput ikut diuber. Apalagi saat survey tidak hanya didatangi, melainkan diukur, dilihat semua isi rumah termasuk bagian yang paling pribadi (kamar tidur). Semula saya heran, karena sebagian rekan yang mengajukan kredit di bank lain, tidak pernah lebih dari seminggu sudah cair. Prosedurnya juga tak serumit yang saya alami, tidak dipungut biaya sebelum permohonan dikabulkan. Bahkan realisasi kredit ada yang sehari cair, masih diantar ke kantor lagi tanpa memandang rumah masih kontrak dan tidak memiliki pendukung lain sebagai agunan. Akhirnya saya hanya bisa berkata: " Itulah salah satu kelebihan Bank Mandiri ". Suprawoto Karanggading 90, Magelang *** lnternet bagi Lansia Penguasaan teknologi informasi, komputer dan internet, dipercayai sebagai bekal imperatif tiap insan agar mampu memenangkan persaingan. Yang sering terdengar, pembekalan keterampilan internet untuk generasi muda tentu tidak salah. Saya usul tambahan ada kampanye pemanfaatan komputer/internet bagi lansia. Begawan digital MIT (AS) Nicholas Negroponte dalam bukunya Being Digital, mengatakan di negaranya terdapat 30 juta anggota AARP (organisasi kaum pensiunan seperti PWRI) sebagai sumber kolektif iimu pengetahuan dan kearifan yang masih terbengkalai. Dengan bantuan komputer/internet maka harta karun pengetahuan dan kearifan jutaan kaum lansia dapat dikomunikasikan kepada generasi anak-cucunya hanya dengan beberapa ketuk tombol mesin saja. Alangkah bijak bila pimpinan lembaga asal lansia dulu bekerja tergerak menindaklanjuti visi Negroponte ini. Misalnya dengan me-Iungsur-kan komputer lama bagi organisasi pensiunannya, melakukan penataran penggunaan komputer/internet dan aktivitas lainnya. Saya sebagai pencetus Epistoholik Indonesia (EI), yaitu komunitas jaringan penulis surat pembaca di media massa ingin mengenalkan alat ini kepada lansia. EI saat ini mengalbum surat-surat pembaca para lansia yang kaya kearifan dan canggih di situs internet (http://epsia. blogspot.com) agar mudah diakses peminat. Semoga gagasan sederhana ini memperoleh sambutan dan pengayaan secukupnya. Bambang Haryanto Jl Kajen Timur 72, Wonogiri *** Korupsi di DPRD Saat ini dugaan korupsi di DPRD mulai ramai muncul ke permukaan, tidak terkecuali di DPRD Kabupaten Blora. Anggaran untuk anggota Dewan yang terhormat tahun 2003 saja sekitar Rp 20 miliar, belum termasuk uang pesangon bagi ketua Dewan Rp 75 juta, ketua Komisi/Fraksi Rp 65 juta serta anggota biasa masing-masing Rp 50 juta. Bisa dibayangkan berapa miliar rupiah untuk ngurusi 45 anggota legislatif ini. Anggaran untuk sekretariat Dewan rata-rata Rp 3 miliar/tahun. Padahal PAD (Pendapatan Asli Daerah) Blora hanya sebesar Rp 23 miliar/tahun. Menurut PP No 110/2000, pengeluaran untuk anggota Dewan tidak boleh lebih dari 60% dari PAD. Bisa dihitung berapa uang rakyat yang diduga dikorupsi oleh "dagelan politik" alias anggota Dewan tersebut. Kalau dihitung secara kasar 1 tahun Rp 20 miliar, maka dalam 5 tahun akan mencapai Rp 100 miliar. Bila uang tersebut dibagi 45 anggota DPRD = Rp 2,2 miliar/anggota. Sungguh angka fantastis. Enak tenan. Menurut informasi, dalam periode 1999-2004 belum ada yang bisa memeriksa atau mengaudit anggaran DPRD dan Sekwan. Mereka kalau ngomong seperti malaikat, seolah-olah memikirkan nasib rakyat Blora, tetapi kenyataannya pembohong rakyat. Untuk itu tolong Bapak Jaksa Agung, Kapolri, BPK, BPKP segera turun ke Blora melakukan pemeriksaan, tapi anak buah dibekali uang saku yang banyak sehingga tidak bisa dibeli anggota Dewan. Ati H Tempelan, Blora *** KBSB SMA 1 Bojong Kemah Bakti Siswa Baru (KBSB) XV Osis SMA 1 Bojong Kabupaten Pekalongan akan diadakan pada 22 s.d 24 Juli 2004 di Desa Gunung Batu Kecamatan Bodeh. Kegiatannya bersifat rekreatif dan kompetitif antarkelompok maupun peserta. Juga berencana menggelar bakti sosial berupa pengajian umum; penyaluran bantuan pembuatan pagar masjid, pengerasan jalan, pembuatan jembatan, bantuan pengadaan peralatan ibadah, penghijauan dengan menyerahkan bibit pohon buah untuk desa. Di samping itu ada pelatihan tata boga dan seni kriya merangkai bunga untuk ibu-ibu PKK serta remaja putri, menumbuhkembangan perpustakaan desa dengan menyerahkan buku atau majalah baru/bekas, pembagian beras, mie, gula, telur dan sandang layak pakai untuk 200 KK, alat olahraga dan lainnya. Mohon pembaca yang "berlebih" dan peduli terhadap masyarakat desa bersedia memberi bantuan dalam bentuk apapun. Bantuan dikirim melalui ke SMA 1 Bojong Jl Raya Wangandowo 16 Kabupaten Pekalongan. Erlis Thio Wikrema Sekretaris Osis SMAN 1 Bojong *** Musala Butuh Buku Ikatan Remaja Musala Assaid Comal Pemalang ingin menggalakkan minat baca masyarakat dengan mendirikan perpustakaan kecil nonkomersil. Respon masyarakat sekitar cukup memuaskan dengan seringnya jamaah membaca buku. Namun sampai kini saya merasakan koleksi buku sangat kurang sehingga mohon bantuan kepada pembaca untuk menyumbangkan buku, majalah, tabloid bernafaskan Islam. Bantuan bisa dikirim melalui pos ke Sdr Syaiful Islam d.a Jl A Yani 140 Purwosari Comal Pemalang. Mohammad Bejo (ketua) Purwosari Rt 1/Rw 11 Comal *** Jangan Mudah Tertipu Sangat sering saya baca berbagai macam tipu muslihat, akal bulus yang rapi dan sudah banyak jatuh korban. Saya sarankan mereka yang menerima surat pemberitahuan sebagai pemenang undian/ sayembara berhadiah agar datang ke tempat saya, sebelum memenuhi permintaan transfer uang. Saya sudah kebal terhadap tipu-tipuan seperti itu. Begitu dapat surat pemberitahuan memenangkan hadiah, akan saya cocokkan kebenarannya apakah palsu atau bukan. Saya kasihan pada Dra Nurhayati, (Suara Merdeka 25-6-2004) yang tertipu Rp 9 juta. Dia disebut menang sayembara dari sabun JF Sulfur yang berhadiah satu mobil Toyota Avanza seharga Rp 90 juta. Padahal dalam brosur "Gelegar hadiah ratusan juta rupiah dari sabun JF Sulfur", hadiah utamanya cuma 10 paket liburan ke Singapura untuk 10/ pemenang (fotokopi terlampir). Oey Tjong Hoo Jl Senepo Barat 5 Kutoarjo 54212 |