logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 NASIONAL
Line

PM Irak Minta Bantuan Yordania

AMMAN - Perdana Menteri sementara Irak, Iyad Allawi, tiba di Amman Senin kemarin untuk mengupayakan bantuan dari Raja Yordania Abdullah, dalam menumpas militan asing dan sisa-sisa pengikut setia Saddam Hussein, kata pejabat.

''Prioritas Allawi adalah mendapatkan bantuan keahlian jangka panjang Yordania untuk memerangi ekstremis dalam perang melawan terorisme di Irak. Kami lebih dari siap untuk membantu. Kita menghadapi musuh bersama,'' kata pejabat keamanan senior, yang tidak mau disebutkan namanya, kepada Reuters.

Yordania adalah persinggahan pertama dari lawatan Allawi ke negara-negara Arab yang berbatasan dengan Irak. Itu langkah pertamanya sejak pendudukan pimpinan AS menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahannya.

''Kami di Irak berutang pada sikap terpuji Yordania dan keluarga kerajaan ini. Yordania akan mendukung kami dengan seluruh kekuatannya sampai krisis dan kesengsaraan itu berakhir,'' kata Allawi, seperti dikutip kantor berita Petra.

Pejabat istana mengatakan Raja Abdullah akan memberikan komitmen kuat kepada Allawi untuk membantu pemerintahannya memerangi gerilyawan, yang menjadi ancaman utama kestabilan Irak pascainvasi.

Musuh Bersama

Abdullah dan Allawi menganggap Abu Musab al-Zarqawi, militan kelahiran Yordania, sebagai musuh bersama. Zarqawi bersumpah akan membunuh Allawi dan memberikan pelajaran pada Amman karena mendukung upaya-upaya Washington di Irak.

Para pejabat khawatir kekerasan yang meningkat di Irak menyebar ke Yordania, tempat banyak rakyat biasa marah mengenai bantuan yang diberikan kerajaan Arab tersebut kepada upaya militer Amerika.

Beberapa komplotan militan yang berkaitan dengan Zarqaqi telah terbongkar sejak invasi di Irak berakhir, kata pejabat setempat.

Hubungan erat antara Allawi dan pihak keamanan negara itu bisa ditelusuri pada pertengahan 1990-an ketika dia menjadi satu-satunya pemimpin oposisi Irak yang dibolehkan secara diam-diam berada di Yordania selama rezim Saddam.

Yordania merupakan basis utama operasi-operasi rahasia Allawi melawan Saddam beberapa hari menjelang invasi pimpinan AS ke Irak tahun lalu, kata pejabat keamanan.

Para pejabat akan berusaha menenangkan Allawi yang khawatir bahwa sisa-sisaa pengikut Saddam, banyak yang lari ke Amman, menggunakan kerajaan tersebut untuk menyelundupkan bantuan bagi perlawanan gerilyawan di Irak.

Sementara itu dilaporkan, bom jibaku meledakkan sebuah truk bahan bakar di dekat kantor polisi Bagdad, kemarin. Sedikitnya 10 orang tewas, 62 luka-luka, mobil-mobil dan beberapa bangunan rusak.

Itu merupakan aksi bom jibaku terbesar ketiga dalam sepekan terakhir yang mengincar kepolisian Irak, Garda Nasional, atau anggota senior pemerintahan baru Irak, dalam suatu serangan yang meningkat cepat.

Issam Jassem Qassim, pejabat tinggi Kementerian Pertahanan, dibunuh di depan rumahnya oleh tiga orang bersenjata Minggu lalu, kata juru bicara kementerian. Aksi tersebut terjadi sehari setelah upaya gagal membunuh Menteri Kehakiman Irak, yang malah menewaskan lima pengawalnya.

Serangan bom truk BBM tersebut terjadi ketika Filipina hendak memulangkan pasukan terakhirnya. Manila mematuhi permintaan gerilyawan yang mengancam akan membunuh seorang warga Filipina yang disandera di Irak.

Di lokasi ledakan, Letkol Bill Salter (US Army) mengatakan 10 sampai 15 orang tewas dalam serangan yang diduga dilakukan oleh pelaku bom jibaku.

''Kami yakin, itu kemungkinan truk BBM,'' kata Salter. Menurut saksi mata, mereka melihat sebuah truk tangki bergerak menuju ke kantor polisi beberapa saat sebelum ledakan terjadi.

Gambar-gambar televisi Reuters menunjukkan api masih berkobar di mobil-mobil yang hangus terbakar satu jam setelah ledakan tersebut. Asap tebal membumbung dari bangunan-bangunan yang membara.

Orang-orang mengerumuni bagian-bagian tubuh mayat, yang memenuhi beberapa peti mati. Kementerian Kesehatan Irak mengatakan, mereka sejauh ini mencatat sembilan orang tewas dan 62 terluka. Diperkirakan, korban tewas akan bertambah. Mayat-mayat dibawa ke rumah sakit dan jenazah di peti mati belum diselidiki.

Bom itu meledak tak lama setelah pukul 08.00 waktu setempat (11.00 WIB), ketika orang-orang berangkat kerja. Bengkel mobil di jalan dekat kantor polisi tersebut terkena ledakan besar, kata saksi mata, dan beberapa orang yang sedang bekerja di sana tewas. (rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA