| Selasa, 20 Juli 2004 | NASIONAL |
Kapolri ke Palu Cek Penembakan Pendeta SusiantiBANJARMASIN- Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar bertolak ke Palu untuk mengecek penembakan Pendeta Susianti Tinulele. Sementara itu, pengamanan kegiatan keagamaan akan ditingkatkan. "Saya baru mau ke sana untuk mengecek langsung peristiwa tadi malam. Selongsong senjata sedang diperiksa. Kami ingin melihat secara menyeluruh latar belakang, motif, dan modus operandi, sehingga bisa menentukan langkah selanjutnya," kata Kapolri sebelum bertolak ke Palu di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (19/7). Seorang pendeta perempuan bernama Susianti Tinulele ditembak di Gereja Jemaat Efatha, Jalan Banteng, Palu Selatan, Minggu (18/7). Susianti ditembak saat memimpin doa di depan mimbar gereja. Apa ada motif politik? "Nanti kami lihat dulu," jawab Da'i. Kapolri menyesalkan insiden penembakan itu. "Ini menyedihkan dan memprihatinkan, karena terjadi saat kegiatan keagamaan. Saya menyatakan belasungkawa. Saat ini perhatian kami, segera menangkap pelaku," kata Kapolri. Kedatangan orang nomor satu di Polri ini, Senin (19/7), disambut sejumlah pejabat daerah, baik sipil maupun TNI/Polri. Tampak, antara lain, Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Brigjen Taufik Rida, Wakapolda Sulteng Kombes Sukirno, Danrem 132 Tadulako Kolonel Inf M.Slamet, dan Gubernur Sulteng Aminuddin Ponolele. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKBP Viktor Batahara, Kapolri di Palu akan melakukan beberapa kegiatan terkait dengan kasus penembakan di Gereja Efatha, Minggu (18/7). Di antaranya, melihat lokasi kejadian di Jl Banteng Palu Selatan. Selanjutnya Kapolri melayat ke rumah korban tewas, yakni pendeta wanita Susianti Tinulele, di Jl Lembu, Palu Selatan. Kapolri juga ke dua rumah sakit tempat para korban luka dirawat. Didesak Tuntaskan Peristiwa itu masih sulit diterima pihak keluarga. Dengan sedikit emosional, mereka mendesak Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar untuk segera menuntaskan kasus itu. "Kapolri jangan hanya janji, kasus ini harus dituntaskan. Kami semua di sini ingin kedamaian," ujarnya. Da'i pun hanya terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya. Pada kunjungan ke korban luka, Kapolri menemui Desrianti (18). Korban ini luka paling parah. Sebuah peluru menghantam mata kirinya hingga tembus ke pelipis. Kondisi siswi sebuah SMA itu saat ini masih kritis. Korban lainnya, Farid Melingko (15), luka tembak di pinggul tembus perut, sedangkan Krismedianto luka tembak di lutut kiri, dan Lustiani Ampu luka di paha kiri. Sedangkan motif dan pelaku penembakan di Gereja Efatha masih gelap. Agar cepat terang, Mabes Polri akan menambah jumlah tim penyelidiknya. (dtc-58t) |