logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 NASIONAL
Line

Alunan KD Mengharu-biru


KONSER TUNGGAL: Penyanyi Krisdayanti semalam menggelar konser tunggal di Hotel Horison, Simpanglima, Semarang. Diva pop Indonesia itu membawakan sejumlah lagu dari beberapa albumnya. (79) - SM/Irawan Aryanto

SEMBARI bergandeng tangan erat, Krisdayanti (KD) dan Anang Hermansyah berduet melantunkan ''Makin Aku Cinta''. Tembang lama itu mereka bawakan dengan teramat mesra. Tentu saja kemesraan yang senyatanya, murni tanpa dibuat-buat. Sesekali tangan KD memeluk pinggang suami tercintanya itu. Begitupun sebaliknya, Anang membalasnya dengan merangkulkan tangannya ke bahu ramping KD. Tak ayal, penonton pun bertepuk riuh.

Seolah-olah tak puas atas kemesraan yang mereka tampilkan, KD dan Anang kembali membuat penonton cemburu. Mereka berciuman bibir. Meski hanya sepersekian detik, ciuman mesra pasangan penyanyi itu mengundang tepuk tangan yang lebih riuh lagi. Kemesraan tersebut menjadi bumbu yang menyegarkan dalam konser bertajuk ''Clas Mild Bercahaya Bersama KD dan CR'' di Krakatau Ball Room Hotel Horison Semarang, semalam.

Sesuai dengan tajuknya, panggung pertunjukan yang digunakan penuh nuansa cahaya. Beberapa lampu yang dipasang berkedap-kedip dan menyorot ke segenap penjuru ruangan. Pijar-pijar lampu itu dimaknai sebagai kembalinya cahaya terang diva pop Indonesia tersebut. Sementara empat foto wajah KD berukuran besar, menjadi latar belakang panggung yang manis.

Tampil tunggal sepanjang dua jam dengan 16 lagu, KD tak tampak kelelahan. Staminanya tetap terjaga hingga akhir pertunjukan. Tentu saja sebagai penyanyi dengan segudang pengalaman, dia mampu menjaga aksi panggungnya secara seksama.

Konser dibuka dengan empat lagu yang diambil dari album barunya Cahaya, yaitu ''Senandung'', ''Cinta'', ''Merasa'', dan ''Kalau Sendiri''. Lagu-lagu tersebut disajikan dalam bentuk medley. Karena lagu-lagunya masih baru, penonton tak terlampau memberikan respons berlebihan. Memang, tepuk tangan mereka selalu terdengar pada akhir setiap jeda, namun tepukan itu terasa wajar-wajar saja. Histeria penonton baru tercipta pada dua lagu berikutnya, ''Ku Tak Sanggup'' dan terutama ''Menghitung Hari''.

Sebuah tembang dangdut berjudul ''Penasaran'' sempat pula dinyanyikan. Tembang karya Rhoma Irama itu diaransir Erwin Gutawa dengan sentuhan pop-jaz yang rancak. Kemunculan lagu tersebut sangatlah tepat, mengingat sebelumnya empat buah medley lagu cinta yang cenderung mellow telah mengharu-biru perasaan hati para penonton.

Menyimak seluruh sajian konser semalam, dapat dilihat betapa sentuhan Erwin Gutawa sangat dominan. Musikus papan atas Indonesia itu memberi warna baru kepada tampilan KD. Tembang-tembang baru yang terangkum dalam album Cahaya terasa lebih rancak. Erwin memasukkan beragam unsur bunyi-bunyian yang berketukan cepat. Dia ingin membuat sesuatu yang berbeda dari performa KD sebelumnya. Sepertinya, ada cahaya yang dia pijarkan dalam sang diva.(Rukardi-33t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA