logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 NASIONAL
Line

Perspektif Soe Hok Gie


SM/Irawan Aryanto

BAGI John Maxwell, Indonesianis dari Australian National University, sejarah tidak hanya dapat dikaji dari perspektif orang-orang besar, tetapi juga orang-orang marjinal. Karena itulah, saat mengkaji perpolitikan Indonesia pada masa 1960-an, dia menggunakan perspektif Soe Hok Gie, seorang mahasiswa demonstran dari Universitas Indonesia masa itu. ''Soe Hok Gie adalah lensa kecil untuk melihat kondisi Indonesia tahun 1960-an,'' ujarnya, di lokasi syuting film Gie produksi Miles Production di kompleks Kota Lama Semarang, baru-baru ini.

Secara pribadi, John mengaku kagum atas sosok adik kandung Arief Budiman itu. Dalam pandangannya, Soe Hok Gie adalah seorang idealis yang memiliki peran kecil dalam pergerakan mahasiswa tahun 1966. Walaupun bukan tokoh utama, dia adalah ikon yang mewakili zamannya.

''Gie hanya seorang mahasiswa dengan latar belakang yang tidak terlalu hebat. Tapi dia punya kemauan melibatkan diri dalam pergerakan. Dia selalu ingin tahu apa yang terjadi dengan bangsanya. Walaupun meninggal dalam usia muda, dia meninggalkan banyak tulisan. Di antaranya berupa catatan harian dan artikel yang dipublikasikan di koran-koran nasional,'' ujarnya.

Namun, awal mula ketertarikannya menulis disertasi tentang Soe Hok Gie bukan berasal dari dirinya, melainkan atas saran pembimbingnya, Robert Cribb. Disertasi tersebut disusunnya dengan menggunakan metode sejarah. Bahan-bahan dikumpulkannya dari berbagai sumber, baik di Australia maupun Indonesia. Selain itu, John juga banyak wawancara dengan teman-teman dan keluarga Soe Hok Gie. Kini, disertasi tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dibukukan oleh Penerbit Grafiti dengan judul Soe Hok Gie, Pergulatan Muda Melawan Tirani.

John senang ketika Miles Production membuat film tentang Soe Hok Gie. Namun dia mengaku tidak banyak terlibat dalam proses pembuatan film tersebut. John sekadar memberi masukan dan komentar terhadap skenario film. ''Saya diwawancarai Mira Lesmana (produser Gie) dan Riri Reza (sutradara). Dia datang setelah membaca buku saya. Saya berharap film itu akan sukses. Sebab, jika itu terjadi, orang akan lebih mengenal Soe Hok Gie,'' tuturnya.(Rukardi-33t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA