| Selasa, 20 Juli 2004 | NASIONAL |
Para Politikus NU Ajak Nahdliyyin Dukung HasyimSEMARANG- Para politikus NU, Senin kemarin mengadakan silaturahmi di Kantor PWNU Jateng Jalan Dokter Cipto 180 Semarang. Menurut penuturan Wakil Ketua NU Dr H Mudjahirin Thohir MA, semula pertemuan tersebut didesain untuk menggalang ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah basyariah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah nahdliyyah. ''Sebab kenyataannya, menjelang pemilu legislatif hingga pemilu presiden dan wakil presiden putaran pertama, warga NU selain menikmati kebebasan menentukan calonnya sendiri-sendiri, sebagian di antara mereka diakui ada gesekan-gesekan kecil bahkan cenderung bercerai-berai. Nah, sekarang ada kesempatan untuk menyamakan misi dan persepsi,'' ungkap Ketua Lembaga Penelitian Undip itu. Pertemuan dibuka Ketua PWNU Drs H Mohammad Adnan MA lebih kurang pukul 15.30 dan baru berakhir saat azan magrib. Selanjutnya acara dipandu Wakil Rois Syuriah KH Dr Musthofa Sunhaji MA. Pada awalnya, pembicaraan hanya berkisar ukhuwah islamiyah dan bagaimana merekatkan kembali warga nahdliyyin. Namun, akhirnya semua pembicaraan mengarah menyatukan sikap semua kader dan potensi NU serta anggota masyarakat lainnya untuk mendukung Megawati-KH Hasyim Muzadi dalam pemilu presiden dan wakil presiden putaran kedua, 20 September mendatang. Dalam pemilu putaran kedua, kata Drs H Noor Achmad MA, warga NU mau tidak mau wajib mendukung dan memilih KH Hasyim Muzadi. ''Setelah Gus Sholah gagal pada putaran pertama, tidak ada pilihan lain kecuali Kiai Hasyim. Komitmen ke-NU-annya jelas, komitmen kebangsaan dan kenegaraannya tidak diragukan, dan wawasan pembangunan nasionalnya sudah dibuktikan. Mau cari apa lagi?'' tegas politikus NU dari Partai Golkar itu. Pernyataan Noor Achmad itu diiyakan dan ditegaskan para politikus lain yang hadir. Para politikus NU yang hadir adalah Ketua DPW PKB KH Hanif Muslih Lc, Sekretaris Drs HM Muzammil, dan Sekretaris Dewan Syuro KH Hanief Ismail Lc. Dari PPP hadir Ketua DPW Jateng HA Thoyfoer MC, Wakil Ketua Drs H Hisyam Alie, dan Ketua Gerakan Muda Persatuan Indonesia (GMPI) Drs Istajib AS. Adapun dari Partai Golkar, selain Drs H Noor Achmad MA, hadir juga KH Mohammad Busro. Dua politikus yang tidak hadir, yakni Sekretaris Golkar Jateng Drs KH Ahmad Darodji MSi dan Wakil Ketua PKB Abdul Kadir Karding SPi. Kiai Darodji, ujar Noor Achmad, izin karena mendampingi kafilah STQ di Bengkulu sedangkan Kadir tidak ada keterangan. Sementara itu dari jajaran NU hadir Wakil Ketua Dr H Abu Hafsin Umar MA, Sekretaris Drs H Najahan Musyafak MA, Wakil Sekretaris Drs Aufarul Marom MA. Wajib Dukung Menurut pandangan Mudjahirin, seandainya yang masuk putaran kedua Wiranto-Wahid dan Mega-Hasyim, warga NU tidak akan siap untuk berbeda. ''Sangat riskan dan berbahaya untuk kepentingan ukhuwah nahdliyyah. Akan tetapi rupanya doa kami didengar Tuhan sehingga yang maju ke putaran dua Mega-Hasyim dan SBY-Kalla. Jika seperti ini, posisinya buat NU lebih manfaat KH Hasyim Muzadi yang jadi ketimbang yang lain,'' tegasnya. Wakil Ketua NU itu mengungkapkan, risikonya sangat kecil bila Kiai Hasyim jadi. Akan tetapi sebaliknya, bila sampai ketua umum PBNU nonaktif itu tidak terpilih, maka tamparan yang sangat dahsyat akan diterima NU. ''Bisa saja kiai-kiai NU dituduh syahwat politiknya gede. Kiai NU doyan duit dan seterusnya. Wong sekarang ini sudah muncul tuduhan semacam itu. Kalau Pak Hasyim jadi, pasti dijamin tidak akan muncul suara-suara sumbang seperti itu,'' paparnya. HA Thoyfoer MC dan Drs H Hisyam Alie menyarankan agar teknik dan konsep mendekati masyarakat yang belum memilih Mega-Hasyim pada putaran pertama dirumuskan sebaik-baiknya. Kiai Thoyfoer menilai, selama ini performance Megawati Soekarnoputri di media massa seolah-olah tidak ada kebaikannya. Yang ditampilkan selalu sisi keburukan dan kejelekannya. Dia mencontohkan soal campur tangan suaminya, Taufik Kiemas, dalam pengambilan keputusan, isu penjualan aset negara, komitmen pemberantasan korupsi, dan sebagainya. ''Coba Anda perhatikan, seolah-olah tampilan Bu Mega di media massa tidak ada baiknya. Sementara itu, calon yang lain setiap hari tampil di media dicitrakan begitu baik dan hebat plus performance yang meyakinkan. Kami tidak tahu mengapa bisa demikian." Dia menyarankan, dalam putaran kedua kelemahan dalam bidang pembentukan opini seperti itu segera dibenahi dengan baik oleh tim sukses Mega-Hasyim. Sementara itu, Wakil Rois Syuriah KH Dr Musthofa Sunhaji MA mengingatkan nahdliyyin, dalam mengajak umat memilih Megawati-KH Hasyim Muzadi tidak menjelek-jelekkan calon lain. ''Ya sampaikan kebaikan calon kita saja. Mengapa kita wajib memilih Megawati-Hasyim. Itu saja yang disampaikan tanpa harus menjelekkan calon lain,'' pinta kiai asal Kudus itu. Sekretaris PWNU Drs H Najahan Musyafak MA menyatakan siap menghadapi apabila muncul pernyataan miring berkaitan dengan silaturahmi politikus di kantor NU Jateng tersebut. ''Kalau kami mau disalahkan, kami dituduh membawa NU ke arena politik melanggar Khitah 1926, dan lain-lain ya silakan saja. Akan tetapi bahwa materi pertemuan bergeser dari silaturahmi menjadi kebulatan tekad mendukung KH Hasyim Muzadi, itu bukan kesalahan PWNU. Materi itu mengalir begitu saja,'' tegas Najahan. (B13,G7-33j) |