| Selasa, 20 Juli 2004 | MURIA |
Sebanyak 4.907 Anak Putus SekolahREMBANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs H Sadono mengatakan, tahun ini jumlah lulusan SD/MI di daerahnya 10.615 anak. Dari jumlah tersebut yang melanjutkan ke tingkat lebih atas (SMP/MTs) cuma 9.760 anak, sedangkan yang putus sekolah (tak melanjutkan) ada 847 anak. Lulusan SMP/MTs ada 8.039 anak. Dari jumlah itu yang melanjutkan ke SMA/MA hanya 3.979 anak. Berarti jumlah anak yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi 4.060 anak. ''Banyaknya jumlah anak putus sekolah ini membuat jumlah pengangguran bertambah,'' kata Sadono sambil menunjukkan data anak yang putus sekolah, yakni 4.907 anak. Ketika disinggung tentang jumlah lulusan SMA/MA yang tak melanjutkan sekolah, Sadono mengatakan belum memiliki data. Alasannya, karena masih banyak lulusan SMA/MA yang baru mendaftarkan diri ke perguruan tinggi sehingga sulit didata. Faktor penyebab banyak lulusan yang tak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, lanjut Sadono, karena pada umumnya mereka terbentur masalah ekonomi. Sebab, sebagian besar anak yang putus sekolah itu berasal dari keluarga tak mampu. Namun di luar itu ada anak dari keluarga mampu tetapi tidak melanjutkan sekolah. ''Penyebabnya apa? Saya kurang tahu. Mungkin mereka kurang memahami tentang arti pentingnya pendidikan,'' kata Sadono. Padahal, kata dia, pihaknya sudah berkali-kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya menyangkut pentingnya pendidikan. Namun kenyataannya masih seperti itu, banyak anak yang tidak melanjutkan sekolah. Wakil Bupati Drs H Nasirul Mahasin MSi saat dimintai pendapatnya menyatakan prihatin setelah tahu jumlah anak yang putus sekolah. ''Karena itu, saya ingin anggaran untuk pendidikan dinaikkan. Kalau bisa 20% dari jumlah APBD biar bisa membantu biaya sekolah anak yang kurang mampu,'' katanya. (jl-34n) |