logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 MURIA
Line

Dari Kunker DPRD ke Bali (1)

Tetap Serius meski Ada yang Santai

BANYAK catatan kecil dan ringan tapi perlu mendapat perhatian dari hasil kunjungan kerja (kunker) DPRD Kudus ke Provinsi Bali belum lama ini. Kunjungan itu bertujuan agar dapat belajar banyak dari wilayah lain yang lebih maju. ''Kan tak ada sekolah atau universitas bagi anggota Dewan. Sekolahnya ya mengadakan kunker atau studi banding,'' ucap Ketua DPRD H Heris Paryono.

Dengan kunjungan kerja dapat muncul wacana baru untuk dikembangkan di Kabupaten Kudus. Pemilihan Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Badung di Provinsi Bali sebagai sasaran kunjungan karena kedua wilayah tersebut sangat layak sebagai tempat ''berguru''. ''Kedua wilayah tersebut sangat maju. Terutama Badung dengan pendapatan asli daerah (PAD) sangat besar. Saya sudah tiga kali ke Badung. Sebelumnya saat masih bertugas di luar Kudus,'' ujar Bupati Kudus H Muhammad Tamzil sebelum kembali ke Jakarta.

Walaupun berada di Badung hanya sebentar, kesempatan tersebut dimanfaatkan Tamzil untuk berdialog langsung dengan Bupati Badung Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi SH bersama Heris Paryono. Dia juga mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pariwisata Badung Oka Darmawan tentang pengelolaan pariwisata dengan plus-minusnya.

Serius

Mengamati seberapa efektifnya kegiatan di kedua kabupaten tersebut dapat dilihat sejauh mana keseriusan anggota Dewan menyikapi pemaparan yang disampaikan tuan rumah. Ternyata cukup banyak anggota Dewan yang konsisten terhadap tugasnya sesuai dengan komisi masing-masing. Memang ada juga anggota Dewan yang tampak santai. Toh tidak semua anggota Dewan bersikap demikian. Bahkan, walau jelas tidak akan duduk lagi diperiode 2004-2009, mereka tetap melakukan tugas dengan cukup baik. Kunjungan kerja ini ternyata tidak hanya terfokus pada objek pariwisata. Bahkan, Kadinas Pariwisata dan Kebudayaan Kudus Nurkholis Turmuzi tidak diikutkan sebagai peserta. Hal itu menepis anggapan bahwa kunjungan kerja ke Bali anggota Dewan hanya untuk ''jalan-jalan'' menghabiskan uang rakyat pada masa akhir jabatan. Hal itu dapat dilihat dari questioner yang dikirim ke kedua kabupaten.

Materinya segala aspek yang dibidangi dan menjadi tugas Komisi A (pemerintahan), B (ekonomi dan pertanian), C (pendapatan daerah dan pariwisata). Kemudian, Komisi D (pembangunan sarana dan prasarana) dan E (pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, dan transmigrasi). Memang tak terhindarkan fokus tuan rumah dalam menyempaikan paparan tentang keberhasilan di bidang pariwisata. Hal itu wajar karena pariwisata di Bali adalah napas dan jantung kehidupan kabupaten dan warga Bali. Tidak mungkin bicara keberhasilan pembangunan di Bali tanpa menyebut keberhasilan pariwisatanya. (HM Soleh AK-34e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA