| Selasa, 20 Juli 2004 | MURIA |
''Melihat'' Banyak Pusaka Sakti di KarimunjawaJEPARA-Pulau Karimunjawa masih menyimpan banyak pusaka sakti yang belum tergali, karena ditanam para wali di zaman peralihan Kerajaan Majapahit ke Kerajaan Demak Bintoro. ''Namun pusaka-pusaka itu hanya bisa dilihat oleh mereka yang mempunyai penglihatan batin linuwih,'' tutur paranormal Bos Eddy, yang belum lama ini berkunjung ke kepulauan di utara daratan Jepara tersebut. Dia meyakini pusaka-pusaka peninggalan para wali itu bisa dilihat; namun percuma jika sekadar coba-coba, tanpa membekali diri dengan niat luhur dan kejujuran. Kalau hanya ingin mengambil untuk niat-niat memperkuat kekuatan supranatural, para wali yang menyimpannya sudah menyiapkan daya tangkal yang hebat. ''Ada-ada saja kabut daya tolak yang bisa menutup penglihatan kita,'' katanya. Dengan kondisi-kondisi semacam itu, Ketua Paranormal Indonesia asal Pati itu yakin Karimunjawa cocok untuk dikembangkan sebagai aset wisata spiritual, di samping potensi wisata alamnya yang indah. ''Bagi yang ingin mesu diri, mengasah mata batin, dan meningkatkan kemampuan metafisiknya, banyak tempat yang mendukung di Karimunjawa. Apalagi, banyak tempat ziarah, misalnya di makam Sunan Nyamplungan atau Pangeran Lokanata, ulama keturunan Brawijaya yang menyebarkan Islam di Karimunjawa. Juga sumur wali yang konon dibuat oleh seorang wali bernama Syeh Nurdin,'' ungkapnya. Kayu Setigi Kegaiban pulau itu, antara lain juga ditandai dengan keberadaan pohon dewadaru, kayu setigi, pohon kalimasada, yang semuanya dipercaya mempunyai tuah. Bos Eddy percaya, dan menolak kalau dikatakan khasiat pohon-pohon itu hanya disebut sebagai mitos.(C26-42a) |