logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 MURIA
Line

Showroom Dirampok, Rp 63,4 Juta Amblas

  • Dua Satpam Diikat dan Dilakban

KUDUS - Perampokan kembali terjadi di Kota Kudus. Kali ini menimpa show room mobil milik PT Kudus Jaya Motor di Jalan Lingkar Tenggara No 168 (Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati) Kudus. Perampok menggondol uang tunai Rp 63,4 juta.

Menurut keterangan yang dihimpun Suara Merdeka, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (14/7) dini hari lalu sekitar pukul 00.30. Perampok yang diperkirakan berjumlah lima orang itu satu di antaranya menunggu di mobil yang diparkir di depan show room setelah berhasil menyekap dua penjaga malam yang sedang bertugas saat itu.

Sampai Senin (19/7) kemarin polisi masah terus melakukan pengusutan dan pengejaran. Polisi tidak menyebutkan secara jelas jumlah pelaku perampokan itu.

Namun menurut keterangan sumber lain, perampok itu diperkirakan lima orang, yakni empat orang masuk ke TKP dan seorang menunggu di luar.

Sumber kepolisian menyatakan, dua penjaga malam yang diketahui bernama Supriyadi (25), warga Getas Pejaten, Kudus, dan Puji Utomo (26), warga Jalan Pleburan Raya, Semarang itu tak berkutik setelah dilumpuhkan penjahat.

Kepada aparat yang memeriksanya, Supriyadi dan Puji mengaku dilumpuhkan oleh penjahat di dua lokasi secara terpisah. Keduanya mudah ditaklukkan penjahat karena tengah tertidur. Mereka terjaga setelah dibangunkan kawanan penjahat itu.

''Kedua tangannya diikat dan matanya dilakban oleh penjahat tadi. Dengan lampu dimatikan, kedua penjaga itu hanya mengaku mendengar penjahat tadi menanyakan berapa jumlah penjaga semuanya,'' ujar sumber polisi.

Ketika yakin hanya ada dua orang penjaga yang bertugas malam itu penjahat tersebut dengan leluasa mengobrak abrik bengkel dan mengambil uang tunai sebesar Rp 400.000 dari salah satu lacinya. Kemudian aksi penjahat tersebut beralih ke ruang kasir setelah mencongkel kusen aluminium.

Sebelum menguras brankas, penjahat itu pun sempat menghidupkan pendingin ruangan. Kemudian dengan mempergunakan sejenis mesin potong listrik, brankas berisi uang tunai sebesar Rp 63 juta itu pun disikatnya. Tidak hanya itu, mereka juga mengambil dua buah CPU komputer (tanpa layar) berikut dua buah printer yang ada di dalamnya.

Setiap hari ruang kasir itu juga merupakan ruang kerja Nursari (kasir) dan seorang akuntan bernama Mirta. Masih menurut sumber tadi, Satpam itu sempat mendengar penjahat tersebut berbicara dengan logat Jawa Timur.

''Total kerugian termasuk komputer dan printer adalah Rp 70 juta,'' kata sumber yang enggan menyebutkan identitasnya itu.

Ketika Suara Merdeka bermaksud meminta keterangan di lokasi kejadian, Sabtu (17/7) kemarin, salah seorang wakil perusahaan tersebut yang tidak mau menyebutkan identitas dirinya mengaku tidak terjadi peristiwa apa pun di tempat itu.(ton-34n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA