logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 SEMARANG
Line

Lapangan Pucanggading Diuruk, Warga Resah

MRANGGEN- Pengurukan lapangan di Perumahan Pucanggading, menyebabkan sebagian warga di perumahan itu resah. Mereka khawatir, setelah diuruk lapangan itu akan dipetak-petak untuk kios.

Nusantara, warga Pucanggading mengemukakan lapangan itu sebagian telah diuruk. Di lokasi itu juga terdapat batu-batu belah yang biasanya digunakan untuk membuat fondasi. Sedangkan pada bagian utara luar lapangan itu sudah berdiri bangunan untuk kios.

Dia mengemukakan, warga menerima informasi bahwa petak-petak kios itu masing-masing dijual seharga Rp 6 juta/unit oleh oknum perangkat desa. Penjualan itu tidak dilakukan sendiri oleh oknum tersebut, tetapi juga menggunakan jasa beberapa warga.

''Setiap warga yang berhasil menjual petak itu mendapat imbalan limaratus ribu rupiah,'' jelasnya.

Menurutnya, sebagian warga memang diuntungkan oleh ulah oknum tersebut. Namun banyak warga lain justru resah. Warga akan kehilangan ruang publik.

Perumahan Elit

Selain diuruk dengan tanah sedimentasi Sungai Jragung, di pinggir luar lapangan juga mulai didirikan sekitar 50 kios berukuran 3 meter x 3 meter. Warga menduga, lapangan Pucanggading akan berubah fungsi menjadi permukiman elit. Akibat kegiatan pengurukan, lapangan itu tidak dapat digunakan untuk kegiatan olah raga siswa SMP 3 Mranggen dan SMU 2 Mranggen.

''Pengurukan menyebabkan classmeeting hanya dilakukan di lapangan sekolah yang lebih sempit,'' tutur seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kios-kios yang belum sepenuhnya jadi itu sudah habis dibeli pedagang. Sistem pembayaran dilakukan secara bertahap, yakni Rp 1,5 juta untuk pemesanan, Rp 1,5 juta dibayar kontan setelah kios jadi dan sisanya dapat diangsur.

Sementara itu, Lurah Desa Batursari, H Khumaidi menepis kekhawatiran warga soal pengurukan lapangan Pucanggading. Menurut Khumaidi, pengurukan dilakukan untuk meninggikan lapangan yang acap tergenang banjir saat musim hujan, bukan untuk permukiman elit. Dia mengatakan kondisi lapangan dipenuhi cekungan sehingga perlu diratakan.

Khumaidi juga mengatakan akan membangun saluran air di sekitar lapangan agar air dari lapangan tidak meluber ke jalan. Dia juga menegaskan bahwa pihaknya telah merundingkan pembangunan tersebut dengan Badan Perwakilan Desa (BPD) setempat.

Pembangunan kios dilakukan untuk menata lapak-lapak pedagang agar tidak terkesan kumuh. ''Kios-kios itu juga dibangun untuk warga. Bahkan dana penjualan kios itu pula yang digunakan untuk membiayai renovasi lapangan.'' (G6,nik-84)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA