| Selasa, 20 Juli 2004 | SEMARANG |
Dua Minggu Tetap Pakai Seragam SDUNGARAN-Masa orientasi siswa (MOS) mewarnai hari pertama masuk sekolah baik SMP dan MTs negeri/swasta, maupun SMA dan MA negeri/swasta di Kabupaten Semarang, kemarin. Sejumlah sekolah melakukan MOS sesuai tradisi yang selama ini berlaku. Di SMP Negeri 2 Ungaran misalnya, pukul 07.00 sebanyak 280 siswa baru melakukan upacara bendera di halaman sekolah. Mereka masih mengenakan seragam merah-putih (seragam SD-Red) dalam mengikuti kegiatan itu. Kepala SMPN 2 Ungaran Drs Muslikh MM menjelaskan MOS akan berlangsung hingga Rabu (21/7) besok. Setiap hari, siswa baru mendapat berbagai kegiatan, mulai di dalam kelas seperti pengenalan kurikulum baru dan berbaris-berbaris. Dia menjelaskan MOS bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah, adaptasi dari lingkungan SD ke- SMP, dan pengenalan sarana yang dimiliki sekolah. Dengan demikian, nantinya para siswa tidak canggung lagi jika sekolah sudah berjalan seperti biasanya. ''Selama dua minggu, kami memberikan kebijakan siswa baru memakai seragam SD sambil menunggu seragam baru jadi,'' katanya. MOS di SMPN 2 Ungaran memang agak unik. Para siswa diwajibkan menuliskan cita-cita dibalik tanda pengenal mereka. Dengan demikian, memudahkan guru untuk memantau perkembangan siswa baru. Di SMA N Ungaran siswa baru di sekolah tersebut juga masih mengenakan seragam putih-biru (seragam SMP-Red). Selama MOS, siswa baru mendapat bimbangan dari para guru dan pengurus OSIS. Para siswa diawajibkan buat nama pengenal dengan bahan karton yang dipasang di dada dan punggung. Di Demak Hari pertama masuk sekolah, Senin (19/7), banyak siswa baru kelas I SD harus diantar oleh orang tuanya. Mereka masih malu-malu, ketika harus berkumpul dengan sesama rekannya. Maklum, kondisinya masih serbabaru. Mulai gurunya yang baru, lingkungan, teman-teman sekolah, bahkan seragam sekolah, sepatu, topi, dan tas pun rata-rata baru semua. Sementara itu di luar gedung SDN Bintoro 5 Demak, terlihat seorang siswa baru kelas I SD itu merengek di depan kedua orang tuanya. Pada awalnya, si anak itu tidak mau bersekolah dan minta diantar pulang. Setelah kedua orang tuanya menasihati, akhirnya sang anak menurut dan bersedia masuk kelas. Di SD Negeri 4 Bintoro, Demak, siswa baru kelas I terbagi dalam dua kelas. Di hari pertama masuk sekolah itu, mereka diminta maju di depan kelas satu persatu untuk memperkenalkan diri, baik kepada gurunya maupun kepada rekan-rekan sebayanya. Setelah itu, para siswa mendapatkan pengarahan tentang tata tertib sekolah. Seragam TK Di kelas I SD Bintoro 4 Demak itu, memang tidak semua siswa bisa berseragam sekolah. Setidaknya, di tempat itu masih ada siswa yang mengenakan seragam TK. Selain itu, sepatu maupun kaos kaki yang dikenakan siswa baru itu pun juga warna-warni. Padahal, pihak sekolah menentukan bahwa sepatu harus warna hitam dan kaus kaki warna putih. Selain itu, anak-anak tersebut juga masih mengenakan dasi warna merah. ''Mungkin orang tua murid belum tahu peraturan baru di sekolah. Namun nanti setelah 4-5 hari, mereka baru bisa menyesuaikan diri,'' kata Asiyanto, Kepala SD Negeri Bintoro 4, Demak. Untuk kelas I SD tersebut, calon siswa yang mendaftar 73 orang. Dari jumlah itu, mereka yang mengundurkan diri ada lima orang. Di Grobogan Pembukaan MOS di Kabupaten Grobogan secara simbolis dilakukan Bupati H Agus Supriyanto SE di SMK 1 Purwodadi. Sementara itu dari pantauan di lapangan, kegiatan MOS di SMA 1 Purwodadi kemarin berlangsung meriah. Beberapa siswa baru sekolah tersebut mengenakan pakaian segaram SLTP. Berbagai kegiatan orientasi studi diberikan oleh guru ataupun pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). ''Untuk lebih mengenalkan budaya Jawa, setiap kelas siswa baru diberi nama-nama kerajaan dalam pewayangan,'' imbuh Annisa Rizqi M, Ketua Umum OSIS SMA 1 Purwodadi. (D14,F2,H3-84j,91a,) |