| Selasa, 20 Juli 2004 | SEMARANG |
Musik Keroncong Bukan Dominasi Kaum SepuhSEMARANG- Final Pemilihan Bintang Radio 2004 yang diselenggarakan di RRI Semarang, Jumat (16/7) dipadati ratusan penonton, mulai dari anak-anak sampai dewasa. Ini membuktikan musik keroncong bukan didominasi kaum sepuh. Acara kerja sama RRI Semarang dan Biro Kesra Prov Jateng itu melombakan jenis keroncong dewasa yang diikuti 5 finalis pria dan 5 wanita. Mengikuti tren yang ada saat ini, para pendengar RRI diberi kesempatan untuk memilih kontestan favorit melalui SMS, sedangkan para penonton di Balai Sidang RRI dapat memilih dengan mengisi nama salah satu penyanyi favoritnya dalam secarik kertas yang disediakan panitia. Setiap finalis membawakan 1 lagu wajib dan pilihan. Para kontestan pria semuanya membawakan lagu wajib Bahana Pancasila, ciptaan Budiman Bc dan lagu pilihan Tanah Airku, karya Kelly Puspito.Sedangkan lagu wajib peserta wanita adalah Cogan Kemenangan, ciptaan Kelly Puspito sedangkan 4 dari finalis wanita memilih lagu pilihan yang sama dengan kontestan pria, kecuali satu yang memilih lagu Stambul Baju Biru, karya Budiman. Secara keseluruhan acara bisa dikatakan sukses walaupun terjadi beberapa insiden kecil. Salah satu peserta ada yang terburu-buru membuka suara pada saat pengiring masih memainkan musik intro sehingga mengundang komentar nyleneh penonton. Dewan juri yang beranggotakan Kelly Puspito (seniman dan pencipta lagu), Dra. Yohana Lilik Sudarwati (guru vokal sekolah menengah musik / SMM Yogyakarta), Dianing Kurniastuti, S.Pd. (guru vokal dan Pembina musik di Yogyakarta) menetapkan 3 orang juara dan 2 juara harapan. Juara 1,2 dan 3 pria masing-masing Iwan Adi Nugroho asal Pekalongan, Martanto (Semarang), Deddy Cahyotomo (Semarang). Juara 1, 2 dan 3 wanita, yakni Nunung Nurjanah (Semarang), Jelita Septiana (Semarang) dan Retno Titisari (Demak). Juara harapan 1dan 2 pria sekaligus juara favorit diraih peserta asal Semarang Basuki Sapta Kuntjoro dan Susanto. Untuk juara harapan 1 wanita Endhah Endhayani (Kudus) dan Aidha Preshinta Dewi (Surakarta). Kepala RRI Madia Semarang Drs Zasli Rais mengatakan kegembiraannya atas animo masyarakat yang begitu besar. Hal itu terbukti dengan peserta yang mendaftar untuk mengikuti lomba sebanyak 85 orang yang kesemuanya berusia 22-25 tahun. (nrs-73) |