| Selasa, 20 Juli 2004 | SEMARANG |
"Hercules" Jadi Pusat PerhatianSEMARANG-Decak kagum dan perasaan ngeri penonton bercampur aduk saat isi sebuah karung, ternyata ular python dengan ukuran panjang 4,8 meter dengan berat mencapai 750 kg. Ular yang diberi nama "Hercules" itu, menjadi pusat perhatian penonton yang hadir di festival ular python dan boa di Atrium Arjuna Plaza Simpanglima Semarang, Minggu (19/7) lalu. "Hercules" memang terkesan garang dengan bobot badannya yang besar. Namun setelah diberi pengertian oleh panitia bahwa ular-ular itu tidak berbisa, beberapa penonton memberanikan diri menyentuhnya. "Hercules" akhirnya meraih dua gelar juara, yaitu di kelas python reticulatus jumbo dan best in show. Menurut pemiliknya, Andrie biaya perawatan "Hercules" tidak terlalu mahal dan rumit. "Gampang-gampang susah," katanya. Setiap lima hari sekali, dia "hanya" memberi makan lima ekor ayam dalam keadaan hidup. Kandangnya yang terbuat dari besi harus dibersihkan setiap hari. Ular ini bahkan jarang dimandikan. Menurut dia, Pak Jenggot, ayahnya ketika kali pertama membeli ular ini sekitar 3,5 tahun lalu harganya Rp 100.000 dengan panjang 15-20 cm. Ular itu satu-satunya peliharaan yang dimilikinya. "Dulu banyak, tapi karena bosan, lalu dijual," katanya. Karena "Hercules" itu milik orang tuanya, dia pun ikut merawatnya hingga saat ini. Festival ular python dan boa yang diselenggarakan di Atrium Arjuna Plaza Simpanglima Semarang mampu menyedot banyak penonton. Lantai 1, 2, dan 3 dipadati penonton yang ingin menyaksikan hewan melata itu. Perasaan ngeri terlihat menghinggapi penonton di sekitar panggung, justru anak-anak kecil begitu antusias mendekati hewan itu. Panitia tidak memperbolehkan penonton, terutama anak kecil terlalu dekat dengan panggung tempat ular itu beraksi. Dewan juri terdiri atas tiga orang, Suharyono (Balai Konservasi Sumber Daya Alam Semarang), Hardana (pemerhati reptil), dan Drh Slamet Rahardjo MP (Fakultas Kedokteran Hewan, sekaligus sebagai ketua perkumpulan pecinta reptil Yogyakarta-Ophio). Menurut Slamet, penilaian meliputi tujuh kriteria yaitu kondisi umum, kepala, badan, ekor, kesehatan, jinak, dan WPS (warna pola atau marking sisik/ukuran). Sebelum mengikuti lomba, seluruh ular harus melewati tes kesehatan dahulu untuk menentukan layak atau tidaknya untuk mengikuti lomba. (hrn-64) |