| Selasa, 20 Juli 2004 | SEMARANG |
Ratusan Meter Kabel Sinyal KA Dicuri
GAYAMSARI-Ratusan meter kabel pengatur sinyal kereta api di sekitar kawasan IMPL Semarang Gudang, Kemijen Gayamsari hilang akibat dicuri dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir. Hilangnya kabel yang ditanam di dalam tanah itu, tak hanya mengakibatkan kerugian materi senilai puluhan juta rupiah bagi PT Kereta Api (KA) Persero, namun juga dapat menimbulkan kecelakaan fatal. Gangguan sinyal akibat terpotongnya kabel berpotensi mengakibatkan tabrakan kereta api. Kasus itu telah dilaporkan ke Polsek Sidodadi, Senin (19/7). Laporan dilakukan beberapa jam setelah pencurian yang sama kembali terjadi sekitar pukul 00.30. Hingga kini polisi masih mencari jejak pelaku. Dugaan sementara, pencurian semata-mata dilatarbelakangi faktor ekonomi, bukan tindakan sabotase maupun motif lain. Pada kejadian terakhir, petugas patroli PT KA mendapati 65 core kabel tanah primer sepanjang 100 meter yang dicuri. Pelaku diduga kuat menggunakan alat bantu, seperti linggis, gunting besar, dan sekop untuk menggali tanah dan memotong kabel yang terbuat dari tembaga itu. Terungkapnya pencurian itu bermula dari gangguan sinyal otomatis yang mengakibatkan keterlambatan pemberangkatan dan kedatangan sejumlah KA dari dan ke Stasiun Tawang. Hal itu menyebabkan sekitar 600-an calon penumpang KA terlantar. Permasalahan itu baru bisa teratasi, setelah pihak PT KA mengatur sinyal yang semula berjalan otomatis dengan cara manual. Menurut keterangan, sebelum ini pencurian sudah terjadi paling tidak dua kali. Pada kejadian pertama, Kamis (10/6) dinihari, pencuri yang diperkirakan beraksi berombongan menyikat kabel sepanjang 40 meter. Setelah itu pada Rabu (30/6), pelaku kembali membawa kabur kabel sepanjang 151 meter. Mereka juga mempreteli beberapa bantalan rel KA persis di bawah sebuah gerbong tanki yang sedang diparkir. Akibatnya, hingga kini gerbong itu tak berfungsi, karena tak dapat dipindahkan. Humas PT Kereta Api (Persero) Daop IV Semarang, Suprapto membenarkan sejumlah peralatan dan perlengkapan perkeretaapian telah dicuri. Peralatan yang dicuri berfungsi mengatur pusat sinyal kereta api yang dijalankan secara otomatis. Menurut Suprapto, apabila petugas tidak jeli melihat tanda-tanda awal kerusakan, kecelakaan fatal sangat mungkin terjadi, karena pengaturan sinyal terganggu. "Kereta-kereta yang akan datang ke Stasiun Tawang bisa-bisa tidak terdeteksi. Kalau pada saat yang sama petugas tetap memberangkatkan kereta, tabrakan antarkereta bisa saja terjadi," ungkapnya. Selain mengganggu arus perjalanan kereta, pencurian kabel juga mengganggu fungsi wessel. Akibat pencurian wessel, gerbong tidak dapat dipindah dan diarahkan ke tempat tujuan. Melihat besarnya risiko dari hilangnya peralatan jaringan rel kereta api itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mencuri peralatan jaringan kereta api. Sebab sekecil apapun kerusakan pada jaringan kereta, dapat membahayakan keselamatan penumpang.(G3,nik-64) |