| Selasa, 20 Juli 2004 | KEDU & DIY |
Hujan Jangan Jadi Alasan Menekan Harga Beli
TEMANGGUNG- Meski banyak menghadapi kendala termasuk hujan tuturn dalam sepekan terakhir, petani di Temanggung optimistis masih bisa menghasilkan tembakau berkualitas. Akibat hujan kemarin diperkirakan menyebabkan kerusakan tanaman mencapai 40%. Kerusakan terparah terutama menimpa daun koseran (bagian bawah) akibat tak kuat bertahan. Mestinya pada saat seperti ini daun koseran yang sudah dalam kondisi tua siap untuk dipanen. Namun, akibat terguyur hujan daun terisi kandungan air tak bisa dipanen. Keseluruhan daun koseran yang rusak diperkirakan mencapai sekitar 40%. Pada umumnya petani terpaksa menjadikannya sebagai dhendheng (daun kering bahan baku cerutu) dengan harga jual sangat murah, yakni sekitar Rp 750 per kilogram. Menurut Sumarso (58), petani di Desa Gandurejo Kecamatan Bulu, yang masih tersisa sekarang adalah daun tenggokan (bagian tengah) serta protholan (atas). Jika hujan segera reda, dimungkinkan pekan depan para petani sudah bisa mulai memanen tembakau lagi. '' Kami optimistis masih bisa menghasilkan tembakau rajangan dengan kualitas baik, asal hujan tidak turun sampai akhir panen nanti. Harapan kami, kondisi ini jangan dijadikan alasan pabrikan untuk menekan harga beli,'' ujarnya. Terhadap permintaan petani, kalangan pabrikan yang dihubungi kemarin menyatakan siap melakukan pembelian. Mereka merencanakan akhir bulan ini mulai membeli, sepanjang hujan tidak terus mengguyur di wilayah itu. '' Kemarin hujan sudah jauh berkurang. Jika mulai hari ini tidak hujan lagi, kemungkinan pabrikan akan mulai membeli pada 28 Juli, atau maksimal akhir Juli,'' kata seorang grader (perwakilan pabrikan) PR Djarum yang keberatan disebutkan namanya. Tentang volume pembelian, PR Djarum memproyeksikan 8.000 ton. Jumlah itu 6.500 ton untuk pembelian di Kabupaten Temanggung, sisanya 1.500 ton di Kabupaten Magelang. '' Tetapi itu masih rencana, praktiknya nanti bisa berubah. Misalnya kalau produksi baik bisa ditambah. Sebaliknya jika ada pertimbangan lain bisa berubah lagi,'' tambahnya. Beberapa grader PR Gudang Garam pada umumnya enggan memberikan keterangan perihal rencana pembelian pada musim panen kali ini. Namun, mereka berjanji akan mematok harga tinggi terhadap barang berkualitas. Karena itu, petani dipesan untuk selalu menjaga mutu sesuai dengan standar pabrik.(nt-76k) |