logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 KEDU & DIY
Line

Perangkap Tikus untuk Polisi

WONOSOBO - Ribuan orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Wonosobo Peduli Kemanusiaan (FMWPK) beramai-ramai menggeruduk gedung DPRD setempat, Senin kemarin. Mereka menumpang puluhan truk dan kendaraan bak terbuka dari berbagai kecamatan di wilayah Wonosobo timur, selatan, dan utara.

Kedatangan massa itu berkait dengan kasus kebakaran Pasar Induk ataupun pasar penampungan yang terjadi secara berurutan. Pengunjuk rasa mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran yang mengakibatkan ribuan pedagang kehilangan tempat usaha itu. Massa diterima Ketua DPRD H Idham Cholied SSos, Bupati Drs H Trimawan Nugrohadi, Dandim 0707 Letkol Inf M Nuryadi, dan Wakapolres Kompol R Modjo.

Pada kesempatan itu pengunjuk rasa yang diwakili Heru menyerahkan sebuah timbangan dan alat perangkap tikus yang diterima Wakapolres Kompol R Modjo. Pemberian timbangan kepada polisi itu dimaksudkan agar kepolisian bisa bertindak tegas, adil, dan arif. Adapun alat perangkap tikus dimaksudkan supaya polisi bisa menangkap tikus-tikus yang menggerogoti masyarakat.

Dalam orasinya di halaman gedung DPRD, Heru juga menyoroti kinerja kepolisian, khususnya tentang upaya mengungkap penyebab kebakaran pasar. Pemuda dari wilayah Wonosobo bagian timur itu juga meminta polisi untuk memberantas preman.

FMWPK mengutuk pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi sebagai ajang pertarungan politik untuk meraih kedudukan dan kekuasaan. FMWPK juga meminta polisi menangkap penjarah ataupun penyebar isu yang menyesatkan dan meresahkan pedagang.

Menanggapi hal itu, Bupati Trimawan berharap masyarakat bisa bersabar menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan polisi. Berkait dengan kebakaran pasar, Pemkab bertanggung jawab dengan menyediakan kios darurat secara gratis. Adapun renovasi Pasar Induk Wonosobo saat ini sudah dimulai dan diperkirakan bisa diselesaikan pada tahun 2005.

Ketua DPRD H Idham Cholied menilai kebakaran pasar yang berturut-turut itu merupakan kejadian yang sangat luar biasa. Idham merasa ada kejanggalan dalam kebakaran pasar itu. Bupati dan Ketua DPRD minta polisi mengusut tuntas kasus kebakaran tersebut. Adapun Dandim Letkol M Nuryadi meminta masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan polisi. Masyarakat juga diminta Komandan Kodim itu untuk tidak main hakim sendiri.

Wakapolres Kompol R Modjo menyebutkan, kasus kebakaran pasar penampungan itu kini masih dalam penyelidikan intensif. Untuk mengetahui hasilnya, perlu waktu. Untuk itu, masyarakat diharap mau membantu kepolisian. Sementara itu Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Sitorus mengatakan, sampai sekarang sudah 12 saksi dimintai keterangan di kepolisian. ''Penyelidikan peristiwa itu percayakan saja kepada polisi,'' pintanya. (P55-76n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA