logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 INTERNASIONAL
Line

Roh Diganti No, Korsel pun Protes

WASHINGTON - Pemerintah Korsel berupaya sekuat tenaga meminta CIA (dinas intelijen AS) agar mengubah cara mengeja nama depan Presiden Roh Moo-hyun. Tetapi, CIA bergeming. Dalam petunjuk online-nya, dan juga di World Fact Book, sebuah buku acuan standar, CIA mengeja nama depan presiden itu dengan "No'', bukannya "Roh''.

Kedubes Korsel di Washington telah mengirim CIA tiga permohonan resmi. Satu pada tahun lalu, dan dua lainnya tahun ini. Tujuannya, mendesak seluruh birokrasi dalam Pemerintah AS agar mengubah ejaan itu.

"Sayang, hingga sekarang kami belum juga mendapatkan jawaban,'' kata Jeongsun Suh, pejabat pers dan kebudayaan Kedubes Korsel.

CIA melakukan standarisasi pengejaan nama-nama asing dalam petunjuk online-nya, yang memuat nama para pemimpun dunia. Petunjuk itu diperbarui setiap pekan.

Sebenarnya, buku petunjuk tentang kepala-kepala negara dan kepala-kepala pemerintahan asing itu memberi kesan, Presiden Roh semestinya mendapatkan keinginan agar ejaan namanya diubah.

Dikatakan, ejaan-ejaan yang digunakan selama ini sesuai dengan sistem penerjemahan "yang secara umum disepakati" oleh lembaga-lembaga pemerintahan AS.

Kecuali, jika para pejabat yang namanya termuat dalam buku petunjuk tersebut menginginkan alternatif atas ejaan nama mereka. CIA mengaku belum punya jawaban dalam waktu dekat ini atas permohonan yang disampaikan Kedubes Korsel.

Isu tersebut mencuat lagi pekan lalu, setelah Dinas Penerangan Luar Negeri Korsel mengatakan kepada koran Korea Herald, bahwa pihaknya kembali akan mengingatkan CIA.

Dinas rahasia AS itu tampaknya berpegang teguh pada apa yang disebut "sistem McCune-Reischauer'', untuk melatinkan bahasa Korea. Sistem tersebut kali pertama dipublikasikan pada 1939 dan masih digunakan secara luas oleh para pakar Barat hingga sekarang. (bbcnews-ed-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA