| Selasa, 20 Juli 2004 | INTERNASIONAL |
CIA Merasa Mampu Urus Diri SendiriWASHINGTON - Rekomendasi komisi penyidik 11/9 agar Amerika menciptakan posisi baru setingkat menteri, yang bakal membawahi semua badan intelijen AS, langsung ditolak oleh Penjabat Direktur CIA John McLaughlin. McLaughlin, dalam pernyataan Senin kemarin di Washington, berpendapat posisi baru semacam itu tidak diperlukan. Menurutnya, lembaga-lembaga intel AS sudah melakukan perubahan penting sejak mereka "kecolongan" oleh para pelaku aksi kamikaze 11/9 2001. Dikatakannya, gagasan penunjukan jabatan baru itu merupakan wacana yang baik. Kalau rekomendasi itu disetujui, orang yang mengisi jabatan tersebut akan mengawasi 15 lembaga intelijen yang ada di AS saat ini, sekaligus mengendalikan anggarannya. "Tetapi, posisi itu tidak ada kaitannya dengan dunia yang saya geluti. Saya anggap direktur CIA orang yang mampu menjalani tugas-tugas tersebut. Dan dia punya wewenang yang dijamin oleh UU Keamanan Nasional 1947,'' katanya. McLaughlin, yang menjadi penjabat direktur setelah George Tenet mengundurkan diri sebagai bos CIA pada 11 Juli, juga mengatakan CIA telah berhasil membongkar rencana Al Qaedah untuk melancarkan serangan teror di udara, laut, dan metode lain di AS. "Amatlah penting untuk diingat, bagi orang-orang ini suatu serangan di bumi Amerika merupakan prestasi hebat yang menjadi tujuan utama,'' katanya, pada acara "Fox News Sunday''. Situasi Tak Stabil Bila rekomendasi komisi 11/9 diterima, pembentukan pos baru tersebut akan merupakan langkah paling drastis dalam upaya menata kembali lembaga-lembaga intelijen AS, sejak CIA didirikan tidak lama setelah PD II berakhir. "Dengan sedikit perubahan kebijakan, direktur CIA dapat melaksanakan fungsi pengawasan lembaga-lembaga intelijen lain AS dengan baik dan memadai,'' kata McLaughlin. Tetapi, dua anggota Komite Intelijen Senat, yakni Senator Saxby Chambliss (Republik- Georgia) dan Dick Durbin (Demokrat, Illinois), mengatakan mereka siap mempertimbangkan rekomendasi bagi penunjukan seorang pemimpin baru lembaga-lembaga intelijen AS. "Kalau Anda melihat betapa pentingnya intelijen bagi masa depan kita, Anda akan sadar bahwa sutuasi saat ini amat tidak stabil,'' kata Durbin, pada acara "Late Edition" televisi CNN. Direktur CIA saat ini hanya punya wewenang terbatas terhadap 15 lembaga intelijen yang ada di Amerika. Tetapi, komisi penyidik 11/9 pada laporan pendahuluannya menyebutkan, director CIA tidak punya wewenang yang memadai sebab Pentagon (departemen pertahanan AS) menguasai lebih dari 80 persen anggaran intelijen. Akibatnya, teguran atau permohonan CIA kepada lembaga-lembaga intelijen lain sering diabaikan begitu saja. Laporan final komisi tersebut, yang bakal dipublikasikan Kamis waktu AS, akan membeberkan ketidakmampuan CIA dan FBI menangani tugas-tugasnya, sehingga kaum militan dapat dengan enaknya melancarkan aksi 11/9. Tetapi McLaughlin dengan cepat mengatakan, lembaga-lembaga intelijen AS telah meningkatkan kinerjanya - termasuk kerja sama antarlembaga - setelah aksi yang menewaskan sekitar 3.000 orang itu. (rtr-ed-30) |