logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 INTERNASIONAL
Line

PM Goh: Sudah Waktunya Babak Baru Singapura Dibuka

SETELAH 14 tahun menjadi PM, Goh Chok Tong dengan senang hati bakal menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Brigjen (Pur) Lee Hsien Loong, putra tertua "Bapak Singapura" Lee Kuan Yew.

Goh yakin, di bawah kepemimpinan Lee nanti, negara pulau tersebut bakal lebih maju dan lebih makmur.

"Inilah saatnya menutup satu babak dalam sejarah Singapura dan memulai babak baru,'' katanya, pada sidang kabinet, Minggu lalu. Tetapi, katanya, dia takkan menghilang begitu saja dari percaturan politik.

Pendahulunya, Lee Kuan Yew, diangkat menjadi menteri senior setelah melepas jabatan PM, 14 tahun lalu. Dan Goh pun diduga akan mendapatkan posisi strategis semacam itu.

"Saya sangat bahagia, pada akhirnya saya sampai ke tujuan, setelah - ini menurut pendapat saya - melewati 14 tahun yang penuh dengan kemenangan. Tentu saja ada beberapa kesulitan, dan saya dengan jujur ingin mengatakan, dalam upaya mendapatkan lapangan kerja yang fair,'' katanya.

Lee akan mengambil alih jabatan PM pada 12 Agustus mendatang. Sebenarnya Goh berencana mundur pada Mei lalu, tetapi hal itu tidak dapat diwujudkan karena banyak urusan yang masih harus diselesaikan.

Pidato Dua Bahasa

Lalu, mengapa dipilih 12 Agustus? Goh Chok Tong kepada para wartawan mengatakan, tanggal itu dipilih sebab dia ingin menutup babak sejarah Singapura yang sekarang, yang dia sebut "babak saya''.

"Dan saya pikir, cara terbaik melakukannya adalah menyampaikan pidato perpisahan pada peringatan Hari Nasional. Dengan demikian PM baru, Saudara Lee Hsien Loong, dapat membuka babak baru - babaknya - pada rapat umum Hari Nasional,'' katanya.

Dikatakan, prioritasnya yang utama adalah menyusun pidato yang akan disampaikan pada Hari Nasional. Dan untuk kali pertama, dia akan menyampaikan pidato semacam itu dalam dua bahasa sekaligus: Inggris dan Mandarin.

"Pidato itu akan menjadi pidato perpisahan, semacam pamitan diri. Tetapi, tentu saja bukan berpisah untuk selama-lamanya, karena saya takkan menghilang bak ditelan bumi,'' katanya.

Ketika ditanya, apakah dia akan mendapatkan pos baru dalam kabinet dan apakah dia telah membahas isu tersebut dengan Lee Hsien Loong, Goh menjawab: "Belum dibahas secara ekstensif.''

Menurutnya, kepada Lee dia telah mengatakan kalau dirinya masih diberi kepercayaan untuk memegang suatu jabatan dalam pemerintahan mendatang, dia siap saja.

"Tetapi, beliaulah yang menentukan apakah ada peran yang dapat saya mainkan. Dan biarlah beliau yang mengumumkan peran baru saya pada saat beliau mengumumkan susunan kabinetnya nanti.''

Dia mengungkapan, Lee Hsien Loong - yang sekarang wakil PM - telah memintanya untuk tetap di kabinet, sekalipun belum ditetapkan jabatan apa yang bakak diembannya.

Karier Meroket

Mantan eksekutif sebuah perusahaan pelayaran, karier Goh (63) dengan cepat meroket. Dia pernah memegang berbagai jabatan menteri, antara lain pertahanan, perdagangan-industri, dan kesehatan, sebelum mengambil alih jabatan PM dari "Bapak Singapura" Lee Kuan Yew pada 28 November 1990.

Selama 14 tahun menjadi PM, dia mengalami masa-masa sulit. Dia sering dibanding-bandingkan dengan pendahulunya, dan banyak pula orang yang menyebutnya "hanyalah pemanas kursi" bagi Hsien Loong, yang diangkat sebagai deputi PM pada November 1990.

Beda dengan Lee Kuan Yew yang sikapnya keras, Goh lebih mendorong Singapura menjadi negara yang "lebih bijak dan lebih ramah''. Dia mengupayakan pemerintahannya memberikan lebih banyak perhatian pada masalah-masalah di kalangan masyarakat.

Menteri Pertahanan Teo Chee Hean, orang awam yang diajak Goh memasuki dunia politik, berkomentar tentang Goh: "Dia membawa pada kami kedamaian, kemakmuran, dan stabilitas, pada masa-masa sulit di tahun-tahun terakhirnya sebagai PM. Dan kita harus berterima kasih padanya.''

Tuan Kit Sian (39), seorang penjaja durian, dalam bahasa Mandarin mengatakan: "Sungguh sedih ditinggalkannya. Dia pemimpin sejati bagi negeri ini.'' (asiaone-ed-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA