| Selasa, 20 Juli 2004 | INTERNASIONAL |
Kecelakaan Bus di India, 40 TewasCALCUTTA - Paling tidak 40 orang tewas, Senin kemarin, dalam kecelakaan dekat Kota Laxmipur di wilayah timur negara bagian Bengal Barat India, kata polisi. Juru bicara kepolisian Sandanu Kar mengatakan, bus tersebut membawa sekurangnya 50 penumpang ketika dalam perjalanan "dengan kecepatan tinggi" saat sopirnya kehilangan kendali dan kendaraan itu masuk parit. Laxmipur, di distrik Malda, berlokasi sekitar 355 km sebelah utara ibu kota negara bagian wilayah itu, Calcutta. Kepala Polisi Bengal Barat Jenderal Chanyan Mukherjee mengonfirmasi jumlah korban tewas itu dan menambahkan bahwa para korban luka-luka yang tidak diketahui jumlahnya telah dibawa ke rumah sakit dekat Laxmipur. "Kecelakaan itu terjadi pada pukul 09.30 -- saya diberitahu oleh para pejabat bahwa sekurangnya 40 orang meninggal. Saya juga mendengar bahwa sejumlah orang luka-luka telah dibawa ke rumah sakit,'' kata Mukherjee. Bus itu sedang dalam perjalanan antara kota-kota Bengal Barat Malda dan Chalchol ketika kecelakan tersebut terjadi. Korban tewas akibat kecelakaan tersebut merupakan yang terbaru, dalam pekan-pekan hujan deras dan banjir yang telah menyengsarakan jutaan orang di Asia Selatan. Hujan dan Banjir Hujan dan banjir menewaskan lebih dari 400 orang di kawasan tersebut dan membuat lebih dari delapan juta jiwa kehilangan tempat tinggal. Pejabat di Bangladesh mengatakan, ketinggian air meningkat secara mengkhawatirkan setelah hujan Minggu malam. Mereka cemas, bencana banjir 1998 yang menewaskan lebih dari 3.500 orang dan menenggelamkan dua pertiga negara itu bakal terulang. "Kami terendam air sampai sepinggang. Situasi sangat buruk dan kemungkinan semakin parah jika hujan tidak berhenti,'' kata seorang petugas polisi di Kota Manikganj, 75 kilometer di barat Dhaka, ibu kota Bangladesh. Polisi di Negara Bagian Bengal Barat, India, yang berbatasan dengan Bangladesh, mengatakan banyak penumpang di bus tersebut tenggelam setelah bus terperosok ke selokan dalam yang terendam banjir. Asia Selatan dilanda banjir terburuk dalam 15 tahun, jutaan orang kehilangan tempat tinggal di desa-desa di India, Nepal, dan Bangladesh setelah hujan deras. "Sebagian besar sungai meluap dan aliran air bah berubah cepat, menenggelamkan daerah-daerah permukiman,'' kata SR Islam, pejabat pengendali banjir di Kota Guwahati, India timur. Dia mengatakan, pasukan telah dikirim dalam perahu-perahu karet untuk memberikan bantuan dan penyelamatan setelah hujan deras di Negara Bagian Arunachal Pradesh dan Assam di India timurlaut. Hujan tersebut menyebabkan banjir. Bandara Ditutup Sejak Jumat, hujan lebat juga melanda beberapa wilayah lain Asia, yang meliputi China dan Jepang. Akibatnya, ribuan orang harus diungsikan. Di Bangladesh, sekitar satu juta orang terdampar di daerah-daerah rendah di Dhaka, selama dua hari terakhir. Sebab, sungai-sungai meluap, termasuk Sungai Buriganga. Sejumlah pejabat mengatakan Bandara Sylhet, pelabuhan udara terbesar ketiga di Bangladesh, ditutup mulai Minggu malam setelah banjir menggenangi landasan. Lima orang tenggelam ketika sebuah perahu karam dalam sungai yang meluap kemarin di dekat Sylhet, 300 kilometer di timurlaut Dhaka. Dengan demikian, jumlah korban tewas akibat banjir di Bangladesh mencapai 144 sejak awal Juli. Jalan raya dan rel kereta api telah lumpuh di sebagian besar daerah negara itu. Tim bantuan Bulan Sabit Merah Bangladesh diserang massa yang marah ketika mereka berusaha membagi-bagikan makanan di sebuah desa, Minggu sore lalu. Tim tersebut kemudian lari meminta bantuan polisi. Menurut saksi mata, orang-orang menderita kekurangan makanan dan air minum karena buruknya koordinasi upaya-upaya pemberian bantuan. Pihak-pihak berwenang telah mendistribusikan 8.600 ton beras dan 13,68 juta taka (sekitar dua miliar rupiah) kepada korban banjir. Namun cerahnya sinar matahari telah menjadi bantuan yang menggembirakan bagi Nepal. Para pejabat di negara itu mengatakan, situasi segera membaik karena hampir tidak ada hujan selama dua hari terakhir. Warga Nepal yang dilanda banjir mengorbankan kambing di sungai-sungai yang meluap Minggu lalu sebagai ritual Hindu kepada Dewa Indra, untuk mengakhiri bencana di Asia Selatan. Di Selandia Baru, seorang dikhawatirkan tewas dan ratusan lainnya diungsikan setelah sungai-sungai meluap akibat hujan deras. Banjir menggenangi sejumlah besar daerah dan puluhan gempa bumi ringan telah menyebabkan tanah longsor, kata pejabat setempat, kemarin. Di Australia, badai musim dingin membuat sejumlah besar ladang terselimuti salju. Aliran listrik pun terganggu.(rtr-ben-46) |