logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 EKONOMI
Line

Harga Pakan Terus Naik

PURWOKERTO- Akibat harga pakan terus merambat naik, para peternak ayam di Banyumas kini terpaksa mencampur pakannya dengan kangkung. Di samping sebagai penghematan, langkah ini ditempuh karena peternak tak mampu lagi membeli konsentrat atau pakan jadi karena harganya sudah sangat tinggi.

Ketua Dewan Ekonomi Peternakan Jateng Ir Gembong Nugroho, kemarin mengatakan harga konsentrat untuk pabrikan kini sudah mencapai Rp 175.000/zak isi 50 kg. Sementara harga pakan jadi untuk ayam broiler telah mencapai Rp 280.000 - Rp 290.000/zak isi 50 kg.

"Harga pakan jadi sepekan lalu baru Rp 270.000/zak. Setiap hari mengalami kenaikan antara Rp 1.000 - Rp 1.500. Harga itu kemungkinan akan terus naik karena dari pabrik pembuat pakan sudah memberi sinyal akan naik," jelasnya.

Kenaikan harga pakan baik yang masih konsentrat maupun pakan jadi itu alasannya akibat kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang terus menguat. Bahan untuk membuat konsentrat dan pakan jadi masih harus impor, sehingga dengan naiknya nilai tukar dolar maka harga di dalam negeri ikut naik.

"Dulu ketika harga pakan mengalami kenaikan alasannya bungkil kedelai yang harus impor sulit diperoleh karena lebih banyak disedot ke China. Sekarang ini naik gara-gara dolar menguat. Kalau kondisi semacam ini tidak bisa teratasi, nasib peternak ayam di Banyumas khususnya, dan Jateng umumnya akan semakin terpuruk," jelasnya.

Menurut dia, peternak yang akan bertahan dalam kondisi harga pakan mahal hanya peternak-peternak besar saja. Untuk peternak-peternak kecil dengan populasi di bawah 5.000 ekor akan gulung tikar karena tak bisa memberi pakan pada ternaknya karena mahal.

Beberapa peternak ayam yang mencoba bertahan dalam kondisi harga pakan melambung, terpaksa mencampur pakan ayamnya dengan irisan kangkung yang dicampurkan ke dalam pakan jadi yang jumlahnya terbatas karena tak mampu beli.

"Kalau pakannya terus-terusan dicampur dengan kangkung tentu akan mempengaruhi produksinya. Dampak dari campuran ini akan dirasakan 3 minggu ke depan. Dengan campuran kangkung ini bisa irit hingga Rp 250.000/hari untuk populasi ayam hingga 5.000 ekor. Tapi akibatnya adalah produksinya tidak sebaik kalau diberi pakan yang kadar gizinya seperti pada pakan dari pabrik." (G23-82)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA