| Selasa, 20 Juli 2004 | EKONOMI |
Direktur BPR BKK RisauWONOGIRI- Mencuatnya berita tentang 12 BPR BKK di Jateng masuk pengawasan khusus, yang dilontarkan Pemimpin BI Semarang, Bachri Ansjori (Suara Merdeka, 16/7), telah merisaukan para direktur dan pengelola BPR BKK di Wonogiri. Tanpa menyebut 12 BPR BKK, itu mengundang kesan negatif terhadap keberadaan BPR BKK secara umum. "Ada kekhawatiran pernyataan itu mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi BPR BKK," kata Kabag Sosial Ekonomi Pemkab Wonogiri Drs H Supatno MM. Dia yang juga menjabat sebagai Pembina BPR BKK Kabupaten Wonogiri, mengatakan, mestinya 12 BPR BKK yang diawasi khusus itu lebih bijaksana dibeberkan identitasnya. Sebab, sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Wonogiri, pertumbuhan BPR BKK sebagai institusi keuangan perbankan, mampu berkembang positif. Bahkan keberadaannya di tahun 2003 lalu, mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai rangking kedua tentang besaran dan rasio keuangannya di tingkat Provinsi Jateng. (P27-82) |