logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 EKONOMI
Line

Target Privatisasi Optimistis Dicapai

JAKARTA- Kementerian Negara BUMN optimistis dapat mencapai target Rp 5 triliun, bahkan bisa lebih setelah pemerintah melepas 30% saham BNI melalui secondary offering (penawaran saham kedua-Red).

Demikian dikemukakan Deputi Menneg BUMN bidang privatisasi, Mahmuddin Yasin, di Jakarta kemarin.

Menurut dia, saat ini realisasi privatisasi BUMN telah mencapai Rp 3,4 triliun, diperkirakan akan melampaui target Rp 5 triliun jika DPR menyetujui secondary offering 30% saham Bank BNI. Selain 30% saham Bank BNI, lanjutnya, pemerintah merencanakan penjualan saham PT Aneka Tambang (Antam) dan PT Timah, masing-masing sebesar 14%.

Untuk penjualan PT Merpati Nusantara, lanjut dia, pemerintah berencana mengundang partner strategic sales untuk menyuntikkan modal bagi PT Merpati. Untuk itu, pemerintah merencanakan menjual saham Merpati di atas 50% untuk bisa merekapitalisasi PT Merpati. "Kami mengundang partner strategis untuk merekap Merpati, untuk menyuntikkan modal. Karena itu tentunya calon investor Merpati harus memiliki pengalaman di penerbangan bukan sekedar broker," katanya.

Setelah selesai penjualan melalui investor strategis, Kementrian BUMN akan mengusulkan kepada DPR untuk menjual sisa saham melalui IPO.

"Kami merencanakan tahun ini dan sudah minta izin kepada DPR, tinggal menunggu persetujuan. Insya Allah tahun ini sudah mematangkan persiapannya," jelasnya lagi.

Realisasi

Realisasi privatisasi semester I sebesar Rp 3,4 triliun tersebut diperoleh dari penjualan sisa saham Bank Mandiri sebesar 10%, penjualan saham PT Pembangunan Perumahan (PP), saham PT Adhi Karya, Greenshoe, saham Perusahaan Gas Negara (PGN) dan saham PT Tambang Batubara Bukit Asam.

Mengenai rencana penjualan 30% saham Bank BNI, tambahnya, saat ini pemerintah sudah mempersiapkan dengan matang, tinggal menunggu persetujuan DPR. Pada waktu itu catatan DPR harus menunggu proses restrukturisasi internal Bank BNI. Sekarang proses restrukturisasi internal sudah selesai. Penjualan BNI mungkin akan direalisasikan akhir semester II, tinggal melalui proses peraturan pemerintah dan persetujuan DPR.

Karenanya, apabila pemerintah menjual seluruh target 30% saham Bank BNI, maka target Rp 5 triliun pendapatan negara dari privatisasi akan terealisasi. (bn-82)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA