logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 BUDAYA
Line

Lebih Fresh

KEDEWASAAN dan jam terbang telah mempertajam penampilan Ika Putri Widyaningtyas dalam album kedua bertajuk Ika-Terlahir yang dirilis Trinity Optima Production awal Mei lalu.

Meski menganggap album keduanya lebih fresh dan mempunyai sentuhan pop lebih tinggi dibanding album pertama Pelangi yang Hilang, Ika mengaku terus belajar mengolah suara dengan sebaik-baiknya.

Dia mampu menginterpretasikan dengan baik lagu yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, "Maukah Kamu", ciptaan Erwin Prasetyo (mantan basis Dewa). Demikian pula pada lagu "Cinta dan Rasa" ciptaan Dewi Q yang sukses menciptakan "Bukan Cinta Biasa" untuk Siti Nurhaliza. "Selain interval nadanya tajam, "Cinta dan Rasa" memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dan banyak nada-nada yang menjebak," ujar Ika yang memiliki karakter vokal mezzo sopran.

Penggarapan album keduanya tersebut, dia dibantu Pongki Prasetyo selaku music director. Pada hit single pertama "Kehadiranmu", Pongki mengeksplorasi vokal Ika dalam corak musik upbeat yang riang.

Album kedua direkam di tiga studio di Jakarta selama delapan bulan dengan melibatkan musisi profesional. Di antaranya Rizal Arshad, Anda "Bunga", dan Dhani "Singiku".

Ika yang dilahirkan di Surabaya 15 Maret 1986 pernah menyabet Silver Prize (Juara II) dan The Best Image Performance pada Shanghai Pop Song Festival 2001. (D18-81)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA