logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 BANYUMAS
Line

PDAM Belum Kantungi Izin ABT

PURWOKERTO-Salah satu pengguna jasa pemanfaatan air bawah tanah (ABT) dan air permukaan tanah (APT) adalah perusahaan daerah air minum (PDAM). PDAM Kabupaten Banyumas, misalnya, lebih banyak memanfaatkan ABT. Sebab, pasokan air bersih bagi pelanggan dari mata air dan sumur dalam. Adapun PDAM luar Banyumas seperti Cilacap banyak memanfaatkan permukaan air sungai.

Direktur PDAM Purwokerto Suwarsono didampingi Seksi Hubungan Masyaraat Zohdi Ismail, kemarin, menyatakan pemanfaatan sumber air di Banyumas sejauh ini belum berizin.

''Tahun 1990-an kami mengajukan izin lewat Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi. Namun sampai sekarang belum keluar. Katanya sekarang ditangani BPSDA. Namun setiap bulan kami membayar pajak, Rp 21 juta/bulan atau Rp 260 juta/tahun," kata dia.

Sumbang Kas Kabupaten

Dia mengemukakan penarikan pajak penggunaan ABT dihitung setiap kubik dengan nilai Rp 25. Penggunaan ABT selama ini banyak ditangani Dinas Pertambangan dan Energi. Sejak tahun 2003 pembayaran pajak juga diserahkan ke provinsi dulu, sebelumnya melalui kabupaten.

Pajak dari sektor pajak ABT dan APT masuk ke kas kabupaten 70% dan provinsi 30%.

''Kalau usaha ini dikategorikan pemanfaatan air bawah tanah kami malah bersyukur. Sebab, nilai per kubik lebih murah, sekitar Rp 10. Kami juga sudah disurati dan didatangi BPSDA Purwokerto yang mengecek malasah ini," ujarnya.

PDAM Banyumas memanfaatkan sekitar 10 mata air dan dua sumur dalam. Sumur dalam hanya untuk melayani pelanggan di Kecamatan Banyumas. Sebagain pelanggan itu juga disuplai dari sumber air di Baturaden dan Kawungcarang, Sumbang.

Selain memberikan kontribusi ke provinsi lewat pajak pemanfaatan air bawah tanah dan retribusi (dalam proses), PDAM juga menumbang kas kabupaten. Warsono menyatakan setoran tahun 2004 untuk keuntungan tahun 2003 ke kas daerah Rp 537 juta (55%) dari total laba bersih Rp 977 juta.

''Adapun keuntungan tahun 2002 sekitar Rp 284 juta. Jadi ada naik sekitar 89%," ujarnya. (G22-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA