| Selasa, 20 Juli 2004 | BANYUMAS |
Jualan Tak Laku, Puluhan Pedagang Turun ke Lantai ICILACAP - Karena dagangan tidak laku, puluhan pedagang di lantai II Pasar Gede Cilacap selama tiga bulan terakhir pindah ke lantai I. Mereka menggelar dagangan di kanan-kiri lorong atau emperan toko/kios yang belum laku di lantai I. ''Saat ini puluhan pedagang lantai II turun ke lantai I. Meski sudah kami peringatkan, mereka tetap pindah,'' kata Kepala Pasar Gede Cilacap, Sukiwan, kemarin. Dia menyatakan jawaban pedagang ketika diperingatkan sama. Mereka mempertanyakan apakah pemerintah mau menghidupi anak pedagang jika memaksa mereka tetap berjualan di lantai II. ''Mereka sah menjawab seperti. Namun ketika membeli kios/los di atas adalah keputusan mereka. Kalau akhirnya dagangan tidak laku, mereka tak bisa bersikap seperti itu,'' katanya. Pengelola pasar, ujar dia, tak akan membiarkan kepindahan pedagang itu. Karena jika mereka dibiarkan, lantai I pun semrawut. Apakah pengelola pasar akan menertibkan? ''Ya, tetapi tidak dalam waktu dekat. Kami menunggu saat yang tepat untuk mengurangi risiko,'' kata dia. Koordinator Posko Peduli Pedagang Pasar Gede Cilacap, Mustangin Mulyana, yang juga penjual daging ayam di pasar itu, menuturkan tindakan itu merupakan puncak frustrasi pedagang lantai II. ''Sejak Pasar Gede dibuka 19 bulan lalu, pendapatan pedagang di lantai II sangat rendah. Untung Rp 20.000/hari saja susah. Akibatnya mereka turun, meski tak punya tempat,'' kata dia. Kepindahan itu, kata dia, dibarengi kedatangan pedagang baru yang tak punya tempat di lantai I atau II. Mereka menggelar dagangan, sehingga lantai I kian semrawut. Berdasar plot awal lantai II Pasar Gede ditempati 135 kios, sedangkan lantai I ditempati 159 toko dan 316 kios. Namun karena kepindahan pedagang, saat ini banyak kios di lantai II tutup. Mustangin mengatakan, selain menertibkan pemerintah harus memberikan pemecahan. ''Jika tidak, pedagang pasti pindah lagi ke lantai I,'' katanya. (G21-86) |