logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 BANYUMAS
Line

Belum Dibayar, Para Pekerja SSCM Tinggalkan Pekerjaan

CILACAP- Para pekerja proyek normalisasi Daerah Pengaliran Sungai (DPS) Tipar Paket II sampai kemarin belum menerima upah dari kontraktor (pelaksana) proyek, yaitu PT Sumber Sari Cipta Marga (SSCM). Semestinya upah mereka dibayarkan Sabtu (17/7).

Karena SSCM belum membayar upah, sejumlah tenaga kerja yang semula mengerjakan pembangunan jembatan di Desa Klapagada, Kecamatan Maos, kemarin, hanya duduk-duduk di sekitar lokasi pekerjaan. Tak lama kemudian mereka pulang.

Seorang pekerja bernama Supar mengatakan, para pekerja meminta PT itu segera membayar upah secepatnya. Bila tidak, mereka tak bersedia meneruskan pekerjaan.

Keterlambatan pembayaran upah pekerja, kata dia, tidak hanya kali ini. Sebelumnya selalu telat. Para pekerja sudah menoleransi pembayaran dapat dilakukan setiap dua minggu sekali. Padahal, umumnya seminggu sekali, yaitu setiap Sabtu.

Pengedropan material juga sering terlambat. Waktu pengerjaan sering terbuang karena pekerja harus menunggu kiriman material. Seorang bos borong di proyek itu, Siswanto, menuturkan pembayaran upah pekerja memang selalu terlambat. Dia terpaksa menomboki lebih dahulu. Sabtu (17/7) dia pun menomboki pembayaran sebagian upah pekerja.

Selalu Telat

''Kalau setiap Sabtu harus tombok saya nggak sanggup. Sebab, untuk membayar upah pekerja di bawah pengawasan saya saja paling tidak harus tersedia Rp 6 juta. Bila setiap minggu harus menyediakan Rp 6 juta, dari mana harus saya cari? Saya kerja juga untuk mencari uang,'' ujarnya.

Kepala Desa Klapagada, Tegus Sulistiyono, menyatakan para pekerja di wilayahnya juga belum dibayar PT SSCM. Padahal, perusahaan itu berjanji membayar kemarin.

''Kami minta SSCM memperhatikan permasalahan ini. Jangan menganggap enteng. Sebab, ini menyangkut perut orang banyak. Kalau SSCM tak segera membayar upah mereka, kami khawatir terjadi gejolak,'' katanya.

Wakil PT SSCM, Untung, menyatakan yang tahu persis masalah keuangan adalah Usman. Sebab, dialah yang diserahi tugas di bidang keuangan oleh PT SSCM Jakarta.

Dia menyatakan perusahaannya pasti membayar upah seluruh pekerja. Cuma pembayaran tidak dapat tepat waktu. Sebab, harus menunggu kiriman uang dari Jakarta.

Jika pekerja tak mau bekerja, kata Untung, justru merugikan mereka sendiri. Semestinya mereka bekerja seperti biasa. Sebab, permasalahan sekarang ini cuma keterlambatan pembayaran upah. Pekerjaan harus tetap jalan. (ag-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA