logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Juli 2004 BANYUMAS
Line

Guru SD Menghilang, Bawa Rp 18 Juta

  • Diduga Diculik Penjahat

BANYUMAS-Pihak sekolah, kalangan guru, dan siswa SDN Srowot 1 Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, kemarin, bertanya-tanya.

Sebab, seorang guru di sekolah itu, yakni Pagut (32), tak hadir dengan alasan tidak jelas. Padahal, saat berangkat mengajar biasanya dia selalu bersama sang istri, Ismiatun (34), sesama guru di SD itu.

Ismiatun dan pihak keluarga selama dua minggu ini juga panik. Mereka cemas karena Pagut menghilang. Guru, warga RT 2 RW 6 Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, itu, menurut keterangan Ismiatun ke kepolisian Kalibagor, menghilang sejak 3 Juli. Sampai sekarang keberadaan sang suami itu tidak diketahui.

Selama ini, kata Ismiatun, Pagut dikenal sebagai guru yang rajin mengajar dan tak suka membolos atau keluyuran. Kalaupun tidak masuk, dia pasti meminta izin atau memberitahukan.

Ismiatun menuturkan sang suami pada 3 Juli pamitan hendak membeli mobil baru, pengganti mobil lama. Saat itu Pagut membawa uang Rp 15 juta hasil penjualan mobil Suzuki Carry. Lelaki itu juga membawa gaji ke-13 mereka, sekitar Rp 3 juta.

''Saya kehilangan kontak dengan dia sejak 5 Juli. Dua hari setelah dia pergi saya menghubungi telepon selulernya dan bisa komunikasi. Namun dia tak menjelaskan berada di mana. Komunikasi kami juga terputus-putus. Setelah itu tak bisa dihubungi lagi sampai sekarang,'' ujarnya ke polisi.

Karena tak ada kabar dan kejelasan, dia melaporkan masalah itu ke kepolisian. Dugaan sementara, Pagut diculik orang yang bermaksud jahat. Indikasinya, dia membawa uang dan tak berkomunikasi dengan keluarga dan pihak sekolah.

Kapolres Banyumas AKBP Drs Erwin Triwanto melalui Kasat IPP AKP Zaenal Abidin, kemarin, mengatakan, ''Dugaan awal kami, dia mungkin diculik orang yang bermaksud jahat. Saya telah memerintah Polsek Kalibagor menyelidiki lebih lanjut.''

Zaenal mengemukakan dugaan sementara Pagut berada di wilayah Purworejo dan Yogjakarta. Sebab, pihak keluarga menyatakan saat hendak pergi Pagut akan mencari informasi harga mobil di daerah itu.

''Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Purworejo dan Yogjakarta. Kita tunggu saja perkembangan penyelidikan petugas kami,'' katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Drs Soetjipto DS menyatakan belum mendapat laporan soal hilangnya Pagut. ''Saya tahu informasi ini setelah Anda (Suara Merdeka-Red) tanya. Besok (hari ini-Red) saya cek ke pihak sekolah,'' katanya.

Dia menuturkan jika Pagut pergi, misalnya, membawa kabur uang sekolah, pasti ditindak. Namun bila berkait dengan masalah kriminal, tentu wewenang kepolisian.

''Yang penting kami ingin tahu kejelasannya dulu. Setelah itu baru kami memikirkan langkah selanjutnya,'' ujar Tjipto. (G22,in-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA