| Kamis, 15 Juli 2004 | SALA |
PNS Diminta Beli Beras PetaniKLATEN - Bupati H Haryanto Wibowo berjanji akan mengupayakan pembelian beras petani melalui dana tunjangan beras pegawai negeri sipil (PNS) setiap bulan. Dia berharap hal itu bisa mendongkrak harga beras di tingkat petani yang masih tergolong rendah. ''Saya akan mengusahakan PNS membeli beras dari petani daerah sendiri. Sebab, siapa lagi yang bisa mengangkat harga beras kalau tidak kami sendiri,'' kata Haryanto saat menanggapi pertanyaan dalam temu wicara pada Panen Demfarm Penggunaan Pupuk NPK Phonska di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Selasa (13/7). Penanya yang juga petani itu mengeluhkan murahnya harga jual gabah dan beras di tingkat petani. Dia berharap Pemkab berupaya agar nasib petani di Klaten tidak terus terpuruk. Salah satunya, usul dia, Bupati memerintahkan PNS di lingkungan Pemkab membeli beras dari petani daerah sendiri. Para petani yang hadir dalam acara tersebut langsung bertepuk tangan sebagai ungkapan kegembiraan saat Bupati menyatakan akan memperhatikan harga beras petani yang rendah. Mereka berharap pernyataan itu tidak sekadar janji tapi juga secepatnya terealisasi. ''Jika satu PNS membeli beras petani sebanyak 10 kg setiap bulan, harga beras petani akan baik. Petani pun berharap Bupati merealisasikan itu secepatnya," kata Dimin, petani dari Desa Palar, Kecamatan Trucuk. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ir H Parwadi MSi, mengaku sangat gembira dengan pernyataan Bupati soal pembelian beras oleh PNS. Sebab, beberapa daerah juga telah melakukan hal yang sama dan berdampak positif untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dia menuturkan, sejak dulu Klaten terkenal sebagai lumbung padinya Jawa Tengah, bahkan nasional. Namun, nasib petaninya tetap saja tidak beranjak lebih baik. Meski tiap tahun panen melimpah, harga beras tetap rendah. ''Bila kebijakan pembelian beras petani oleh PNS benar-benar terwujud, petani akan sangat tertolong. Harga beras petani pasti naik karena PNS Klaten berjumlah 17.000 lebih,'' ujar Parwadi. Dulu PNS keberatan dengan beras jatah karena mutunya kurang bagus dan tidak enak. Karena itu beras lalu diganti dengan uang. Namun bila beras itu langsung dari petani, kualitasnya pasti lebih bagus karena beras baru.(F5-49i) Data Produksi Padi Klaten 2004 (sampai Juni) Luas Lahan Sawah 31.613 hektar Luas Panen 30.785 hektar Produktifitas rata-rata 62,41 kuintal/hektar Produksi Padi 115.136 ton (trin wulan pertama) Sumber Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Klaten/F5 |