| Kamis, 15 Juli 2004 | SALA |
" Sebelumnya Saya Merasa Pesimistis"
SUKOHARJO- Wajah-wajah gembira dan sedih mewarnai pengumuman penerimaan siswa baru (PSB) di Sukoharjo, kemarin. Pengumuman dilakukan serentak baik untuk SMA, SMK, SMP maupun MTs. Untuk memudahkan para calon siswa, setiap sekolah memasang pengumuman yang ditempel di papan tulis di halaman sekolah. Para calon siswa pun bisa langsung mengecek apakah dirinya diterima atau tidak. Bila diterima, dengan gembira mereka langsung antre menemui panitia untuk menerima pengumunan secara resmi yang disampaikan lewat amplop tertutup. ''Alhamdulillah, saya diterima. Sebelumnya saya pesimistis karena soal tes yang keluar cukup sulit,'' papar seorang calon yang diterima di SMP 1 Sukoharjo. Para siswa yang diterima diwajibkan mendaftar ulang hari ini dan besok. Di SMP favorit tersebut, jumlah pendaftar 403 orang dan yang dinyatakan diterima 320 orang. Nilai tertinggi adalah 47,14 dan terendah 35,44. Sesuai dengan ketentuan, nilai tersebut terdiri atas rata-rata UAS dikalikan dua ditambah nilai tes dikalikan tiga serta nilai tambahan bagi siswa yang memiliki piagam penghargaan. Sebaliknya calon yang tidak diterima, mereka langsung mengambil surat tanda lulus (STL). Mereka pun bergegas mendaftarkan di sekolah swasta yang diinginkan. ''Ya bagaimana lagi, karena tidak diterima, terpaksa saya mendaftar di swasta. Namun hingga kini saya belum memiliki gambaran sekolah mana yang akan saya tuju. Saya akan minta pertimbangan orang tua terlebih dahulu,'' ujar seorang calon siswa, Utami. Kondisi yang sama ditemui di SMA 1 Sukoharjo. Para calon siswa bisa melihat secara langsung apakah dirinya diterima di SMA favorit tersebut atau tidak. Bila diterima, mereka langsung menuju aula untuk menerima surat pengumunan resmi. Mereka juga mendapatkan informasi tata cara pendaftaran ulang di sekolah itu. Ambil STL Menurut Kepala SMA 1 Sukoharjo, Drs Sumadi, jumlah pendaftar di sekolahnya 520 orang. Dari jumlah tersebut, yang dinyatakan diterima 360 pendaftar, yang tidak diterima 20 pendaftar, dan yang dibatalkan 140 pendaftar. Pendaftar dinyatakan membatalkan diri karena mengambil kembali STL dari panitia. ''Mereka yang mengambil STL-nya karena sudah merasa tidak mungkin diterima di sini berdasarkan nilai sementara yang kami pasang di papan pengumunan. Selanjutnya mereka mendaftar di sekolah lain yang dirasa tingkat persaingannya lebih rendah.'' Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Drs Bambang Margono MM, menyambut gembira lancarnya proses PSB. ''Memang, kami melihat PSB berjalan lancar. Kami juga menjamin kegiatan ini berjalan transparan sesuai dengan aturan. Para pendaftar bisa langsung mengecek apakah diterima atau tidak, lengkap dengan perolehan nilai.'' (G10-49s) |