logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Juli 2004 SALA
Line

17 SMP Negeri Kekurangan Siswa

  • Pendaftaran Diperpanjang

KARANGANYAR-Sebanyak 17 SMP Negeri, hingga hari terakhir penerimaan siswa baru (PSB) kemarin masih kekurangan murid.

Sejumlah kelas yang dibuka dan ditawarkan bagi para pendaftar, banyak yang belum terpenuhi. Sebagian besar sekolah itu, terletak di wilayah pinggiran.

Sementara itu, SMP Negeri favorit, terutama yang terletak di kota besar, kebanyakan malah menolak para pendaftar. Sekolah-sekolah yang kekurangan siswa adalah SMP Jatipuro 2 dan 3, SMP Jatiyoso 3 dan 4, SMP Jenawi 2, SMP Jumantono 2 dan 3, SMP Jumapolo 2 dan 3, SMP Karangpandan 2, SMP Matesih 2, SMP Ngargoyoso 1, 2, dan 3, SMP Tasikmadu 2, dan SMP Colomadu 2.

''Kami telah meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperpanjang pendaftaran SMP agar kelas yang dibuka bisa penuh,'' kata Kepala SMP Matesih 2, Drs Andang Hendro Wibowo di sela-sela rapat persiapan lokakarya di SMP N 1 Karanganyar, kemarin.

Kepala SMP N Jaten, Drs Sukarmo mengatakan, salah satu alasan perpanjangan pendaftaran adalah agar kelas yang dibuka itu penuh, sehingga pemerintah yang membiayai pendidikan sekolah negeri itu tidak rugi.

''Biaya pendidikan yang dikeluarkan pemerintah itu sama, baik untuk sekolah yang muridnya sedikit atau banyak. Daripada rugi, lebih baik memperpanjang pendaftaran agar kelas yang dibuka oleh sekolah negeri abisa penuh. Apalagi hingga saat ini masyarakat masih memandang sekolah negeri itu lebih baik, terutama di wilayah pinggiran,'' kata dia, yang sekolahnya banyak menolak pendaftar.

Sukarmo mengatakan, sedikitnya pendaftar SMP Negeri di wilayah pinggiran itu disebabkan oleh berkurangnya daya dukung jumlah lulusan SD. Selain itu, juga dipengaruhi oleh letak geografis.

''Jika daya jangkau sekolah jauh dan sulit, masyarakat di luar wilayah itu akan berpikir ulang untuk masuk sekolah tersebut.''

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K), Drs Kusriyanto MM mengaku masih memaklumi SMP Negeri yang memperpanjang pendaftarannya, terutama di sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran.

''Dalam keputusan yang kami buat, sekolah mana pun, baik negeri maupun swasta, diperbolehkan memperpanjang pendaftaran,'' kata dia, di dampingi Kasubdin Pendidikan Dasar dan Menengah Drs Sutarno MM, sebelum rapat evaluasi hasil monitor PSB, kemarin.

Menurutnya, jika distribusi pendaftaran PSB merata, kemungkinan tidak akan ada SMP --baik negeri maupun swasta-- yang kekurangan siswa; bahkan bisa dibilang berlebih.

''Lulusan SD/MI di Karanganyar itu sebanyak 14.480 siswa, sedangkan daya tampung SMP/MTS, baik negeri dan swasta, sekitar 13.685 siswa,'' katanya.

Hal itu terjadi, katanya, karena sebagian besar orang tua siswa, terutama yang berada di kota, ingin menyekolahkan anaknya hanya di sekolah favorit. Bahkan masyarakat Kecamatan Jaten yang berbatasan dengan Solo, 60% orang tua menyekolahkan anaknya ke Solo,'' ungkapnya. (G8-80a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA