logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Juli 2004 SALA
Line

Penolong Berantem dengan Penculik

UPAYA penyelamatan Darmono dari tangan penculiknya, Eko Hartono (16), sungguh dramatis. Adi Suryanto (16), pengamen warga Seloboro, Salam, Magelang, yang berjasa ''menyelamatkan'' Darmono harus berantem dengan Eko Hartono. Sebab, Eko semula berniat ingin tetap membawa Darmono; namun niat itu ditentang oleh Adi.

Keributkan di Terminal Umbulharjo, Yogyakarta, Selasa sore itu menarik perhatian petugas Satlantas Polsek Umbulharjo, yang bertugas di tempat tersebut.

''Petugas mengamankan kami, namun Eko keburu kabur sebelum bisa ditangkap,'' tutur Adi Suryanto, menceritakan kisahnya, di Polsek Sambirejo, Sragen, kemarin.

Secara kronologis disebutkan, awalnya Darmono --di bawah ancaman penculik-- diajak ngamen keliling di Kota Solo dan Yogyakarta. Dari Yogyakarta, dia dibawa penculiknya hijrah ke Semarang.

Selama hampir dua pekan, korban diajak menjelajahi Kota Semarang untuk ngamen. Diduga karena bosan, pelaku meninggalkan Darmono begitu saja di kawasan Simpanglima, Semarang, yang sama sekali belum dikenalnya.

Beruntung, Darmono yang berperawakan kecil itu ditemukan Adi Suryanto (16), yang juga pengamen di Simpanglima Kota ATLAS.

Menaruh Iba

Mendengar kisah Darmono, Adi menjadi iba dan menaruh belas kasihan. Sebelum membawa pulang Darmono ke Sragen, Adi Sabtu (10/7) mengajak refreshing ke pantai Parangtritis Yogyakarta.

Nampaknya Darmono menikmati liburan bersama teman barunya itu. ''Untuk kebutuhan makan dan minum, kami harus mengamen dulu,'' kata Adi.

Dari Parangtritis, mereka Selasa sore kembali ke Terminal Umbulharjo dengan maksud mencari bus ''suroboyoan'' jurusan Yogyakarta-Surabaya yang lewat Sragen. Namun naas, di terminal itu mereka bertemu Eko Hartono.

Eko berusaha merebut Darmono dengan paksa. Ketika berusaha merebut korban, Eko mengeluarkan kata-kata bernada ancaman.

Tapi Adi berusaha mencegah, sehingga terjadi baku hantam. Dalam perkelahian itu, rupanya Adi lebih unggul dan berhasil memukuli Eko beberapa kali.

Perkelahian seru di lingkungan terminal itu, memancing perhatian seorang polisi yang kemudian mengamankan mereka. Melihat gelagat kurang menguntungkan, Eko Hartono kabur.

Setelah Adi dan Darmono dalam penguasaan polisi, mereka menceritakan kronologis peristiwa yang dihadapi. Polisi lalu memberikan perlindungan kepada saksi dan korban, dan kemudian membawanya ke Sragen untuk dipertemukan dengan orang tua Darmono. (Anindito AN-49a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA