| Kamis, 15 Juli 2004 | SALA |
Bekas Kantor Karesidenan DibangunBANJARSARI- Kompleks bekas kantor Pembantu Gubernur untuk wilayah Surakarta yang terbakar pada tahun 1999 akan dibangun kembali. Pembangunan dalam bentuk revitalisasi itu, selain untuk kantor juga untuk fasilitas pelayanan bisnis. "Rencana tersebut telah diusulkan ke Pemprov. Dalam usulan itu, pada 2005 kami mengawali dengan membangun kantor," kata Kepala Badan Koordinasi Lintas Daerah (Bakorlinda) Wilayah 2 Solo-Magelang, Ir Suwito, kemarin. Badan yang dipimpin Suwito tersebut merupakan lembaga baru pengganti Kantor Pembantu Gubernur Jawa Tengah untuk Wilayah Surakarta. Sejak terbakar, bersamaan terbakarnya kompleks perkantoran Balai Kota Surakarta itu, kegiatan kantor tersebut dialihkan di rumah dinas kepala Bakorlinda yang dulu lebih dikenal sebagai rumah Residen Surakarta yang terletak di kawasan Banjarsari. Menurutnya, upaya revitalisasi itu dimaksudkan selain untuk perkantoran sekaligus memberikan fasilitas layanan kegiatan bisnis dan kepariwisataan di wilayah Surakarta, yang sekarang lebih dikenal sebagai Subosukawonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten). "Saatnya di Solo ada semacam world trade centre (WTC) seperti kota-kota besar. Dengan WTC akan terbangun sistem layanan bisnis terpadu dengan dilengkapi jaringan-jaringan industri, perdagangan, dan pariwisata," katanya. Kawasan bekas kantor Karesidenan itu terbakar pada saat terjadi amuk massa yang juga mengakibatkan terbakarnya kompleks perkantoran Balai Kota Surakarta pada 1999. Sebagai Wajah Menempati tanah seluas 6000 meter persegi, bekas kantor yang terletak di dekat simpang empat Gladag juga termasuk kawasan cagar budaya. Untuk rancang bangunnya, revitalisasi bangunan direncanakan seluas 2000 meter persegi dengan mempertahankan bagian depan gedung lama sebagai wajahnya. Untuk memfasilitasi terbangunnya sistem pelayanan bisnis dan pariwisata, rencana revitalisasi itu nanti ditawarkan kepada kalangan pengusaha atau kelompok perusahaan yang mempunyai jaringan kuat. Mereka selain bisa membangun kawasan juga mempunyai akses untuk memanfaatkan fasilitas tersebut guna kegiatan bisnis dan pariwisata. Dalam perencanaan, di dalam bangunan tersebut nanti disediakan ruang pertemuan skala besar, ruang lobi, dan ruang transaksi. Selain itu juga disediakan ruang pameran dan promosi bagi produksi yang ingin ditawarkan untuk skala nasional ataupun internasional. Karena itu untuk bekerja sama dengan pihak ketiga dalam membangun bekas kantor karesidenan tersebut, pihaknya tidak menjadikan pembangunan itu sebagai proyek. Namun pada komitmen mengangkat potensi perdagangan, industri, dan pariwisata wilayah Subosukawonosraten dengan citra Solo. (sri-80s) |