| Kamis, 15 Juli 2004 | SALA |
Sesama Truk Bertabrakan
SOLO-Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan berat, antara truk yang mengangkut semen curah S-8016-HO dan truk pengangkut sohun (sejenis mi) AA-1597-AH terjadi pada Rabu dini hari kemarin pukul 01.00 di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Kadipiro, Banjarsari. Musibah itu mengakibatkan pengemudi truk sohun, Lasio (38) warga Joglo, Kadipiro, terluka parah. Dia tergencet di antara kabin dan batang kemudi truknya. Kejadian itu memacetkan arus lalu lintas, terutama di dekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Banyuagung, Kadipiro, akibat sohun muatan truk yang tercecer di tengah jalan padat arus lalu lintas tersebut. "Meski kejadiannya pada dini hari, sohun itu hingga pukul 07.00 belum juga disingkirkan. Ini bisa dimaklumi karena petugas disibukkan dengan upaya menolong korban yang tergencet kemudi truknya," papar Joko, salah seorang saksi, kemarin. Sejumlah saksi menuturkan, diduga kuat pengemudi truk pengangkut sohun itu mengantuk. Sebab, kendaraan yang ditabraknya itu, truk semen S-8016-HO, dalam posisi berhenti di kiri jalan. Adapun sopir Marjuki (35) dan kernetnya, Bejo, sedang beristirahat minum kopi di warung hik, tak jauh dari truknya. "Sebelum menabrak truk semen, truk yang dikemudikan Lasio itu berusaha menyalip truk gandeng. Namun, posisinya terlalu ke kanan, sehingga menabrak truk semen yang berhenti," kata Solekah, teman Marjuki yang ikut menyaksikan peristiwa itu. Beristirahat Marjuki mengungkapkan, dirinya telah memarkir kendaraan ke pinggir. Karena itu, kecelakaan tersebut sama sekali di luar perkiraannya. "Sebetulnya, posisi truk saya sudah benar, tapi yang namanya musibah bisa saja terjadi tanpa kita kehendaki," paparnya. Dia mengakui, saat itu sedang beristirahat setelah menempuh lebih kurang enam jam perjalanan dari Tuban, Jatim. Tujuan akhirnya adalah Yogyakarta. "Ada dua truk semen dalam perjalanan ini, kami memutuskan beristirahat setelah enam jam perjalanan." Akibat tabrakan yang demikian keras itu, lanjut dia, truknya yang memuat semen curah 26,7 ton tersebut terdorong hingga 3 meter. "Saya rasa, truk sohun itu melaju kencang karena ingin mendahului. Namun, mungkin karena pengemudinya mengantuk, truk saya yang jadi korban," ujarnya. Kerasnya benturan itu juga menyebabkan semua sohun muatan truk tumpah di tengah jalan. Karena hingga pagi belum juga disingkirkan, tumpukan sohun itu membuat macet arus kendaraan yang melintas di Jalan Ki Mangun Sarkoro tersebut. Karena parahnya luka Lasio, dia hingga sore kemarin masih dirawat di RS Panti Waluyo, Solo. "Korban masih dirawat intensif di rumah sakit," kata seorang petugas Satlantas kemarin. (san-20e) |