logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Juli 2004 OLAHRAGA
Line

KNVB Dekati Van Basten untuk Gantikan Advocaat

AMSTERDAM - Ajax Amsterdam telah menerima pendekatan resmi mengenai kemungkinan pelatih tim cadangan Marco van Basten dan John van't Schip menjadi pelatih baru tim nasional (timnas) Belanda dan asistennya.

"Ajax secara resmi sudah didekati Henk Kesler, Manajer dari Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) yang ditugasi mencari pelatih baru timnas," kata klub itu dalam pernyataannya kemarin.

Jabatan pelatih timnas Belanda lowong, setelah Dick Advocaat mundur menyusul kritik keras atas penampilan mereka pada Euro 2004. Tim Oranye hanya sampai semifinal selepas dikalahkan tuan rumah Portugal.

Direktur Ajax Arie van Eijden menyatakan bangga atas kenyataan anggota staf teknik mereka dipertimbangkan menjadi pelatih timnas. "Jika itu jadi kenyataan, Ajax akan menyayangkan kepergian kedua pelatih itu," tambah Van Eijden.

Tokoh sepak bola berpengaruh Belanda, Johan Cruyff mengusulkan Van Basten dan Van't Schip sebagai pelatih-asisten pelatih timnas yang baru.

Van Basten menuturkan, dia tak akan menolak tawaran menjadi pelatih baru Belanda. Bekas striker berusia 39 tahun ini penah bermain untuk Ajax dan AC Milan, sebelum mengalami cedera pergelangan kaki yang menyebabkan dia behenti sebagai pemain pada 1995.

Van Basten akan menjadi pelatih Belanda kedua yang berasal dari tim yang memenangi Piala Eropa 1988 setelah Frank Rijkaard. Rijkaard menangani Tim Oranye antara 1998 dan 2000.

Pelatih Jerman

Sementara itu, Franz Beckenbauer menyatakan, kemungkinan timnas Jerman akan diasuh pelatih asing untuk menggantikan Rudi Voeller. "Tendensinya sekarang adalah timnas akan ditangani pelatih asing," ungkap mantan pemain top Jerman itu seperti dilansir koran Bild.

Beckenbauer yang mengepalai salah satu komisi di Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) mempunyai kewenangan untuk mencari pelatih baru menyusul pengundurkan diri Voeller setelah Tim Panser kalah menyakitkan pada pertandingan penyisihan grup di Euro 2004.

"Kami sudah menyepakati hal itu dalam grup kerja kami. Hasil pertemuan kami akan segera diumumkan," tandasnya.

Beckenbauer, yang memenangi Piala Dunia baik sebagai pemain maupun pelatih, menjelaskan, dia gagal menarik pelatih timnas Yunani Otto Rahhagel untuk menempati posisi Voeller. Rehhagel diharapkan menggantikan kedudukan Voeller, tapi pelatih yang baru sukses membawa Yunani menjuarai Euro 2004 ini menyatakan akan menangani tim itu sampai Piala Dunia 2006.

Mayoritas masyarakat Jerman siap menerima jika timnas mereka diasuh untuk kali pertama oleh pelatih asing berdasarkan survei yang dipublikasikan awal bulan ini.

Zlatko Kranjcar

Dari Zagreb dilaporkan, Asosiasi Sepak Bola Kroasia (HNS), kemarin, mengangkat eks bintang Dinamo Zagreb, Zlatko Kranjcar sebagai pelatih baru timnas. Kranjcar (47), top scorer Dinamo Zagreb pada 1980-an, menggantikan Otto Baric yang mundur setelah ketersingkiran Kroasia pada putaran grup Euro 2004.

"Ini pilihan terbaik," kata Ketua HNS Vlatko Markovic pada radio nasional.

Tugas utama Kranjcar adalah lolos ke putaran final Piala Dunia 2006. "Bulgaria, Hongaria, Eslandia dan Swedia merupakan lawan yang sangat berbahaya dan kami menghadapi tugas berat untuk lolos ke putaran final Piala Dunia di Jerman," imbuh Markovic.

Kranjcar bermain untuk Dinamo Zagreb mulai akhir 1970-an hingga 1984 sebelum bergabung Rapid Wina dan disusul satu musim 1990-91 bersama klub Austria lain, St. Polten. Setelah pensiun, dia melatih Dinamo Zagreb dan membawa mereka meraih dua kali gelar ganda, juara Liga dan Piala Kroasia pada 1996 dan 1998. Klub terakhir yang dilatih Kranjcar adalah Rijeka Kroasia.

Dalam pada itu, pelatih timnas Rusia Georgy Yartsev menerima sokongan untuk kembali memimpin dari panel eksekutif Persatuan Sepak Bola Rusia (RFU). Panel memercayai pelatih berusia 56 tahun itu meski penampilan timnya tak memuaskan di Euro 2004.

Yartsev melatih timnas Rusia sejak Agustus lalu dengan kurang dari dua pekan menjelang pertandingan penting kualifikasi Euro 2004 melawan Republik Irlandia. Saat itu Rusia berada pada urutan ketiga di grup, tiga angka di bawah posisi kedua Irlandia.

Namun, di bawah Yartsev, Rusia menuai tujuh poin dari tiga pertandingan sisa dan akhirnya menduduki urutan kedua, atau satu angka di belakang Swiss. Pada play-off tandang-kandang, Rusia menyisihkan Wales dengan total gol 1-0 untuk merebut tiket ke Portugal.

Di Portugal, Rusia mengalami dua kekalahan darii Portugal dan Spanyol. Akan tetapi mampu mengalahkan Yunani dalam laga terakhir Grup A.

Yartsev menandatangani kontrak baru dengan RFU pada Januari dan akan berakhir hingga akhir kualifikasi Piala Dunia 2006. Kontrak akan secara otomatis diperpanjang hingga putaran final Piala Dunia 2006 jika Rusia lolos. (rtr,A7-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA