| Kamis, 15 Juli 2004 | WACANA |
SURAT PEMBACAKarangsambung Bacaan Alam KebumianBeberapa waktu lalu Suara Merdeka memuat "Candi Borobudur Bacaan Alam Batu-batu". Mungkin hampir dikatakan sama bila Karangsambung Kebumen sebagai Bacaan Alam Kebumian. Alasanya daerah ini tersingkap beraneka ragam batuan, yang merupakan rekaman peristiwa pembumian. Hal ini kiranya perlu dipopulairkan ke masyarakat, selain para ilmuwan yang telah menjalani pendidikan di kampus Geologi Karangsambung, juga para pelajar. Tujuannya untuk lebih mengetahui apakah bumi, bagaimana terjadinya, apa evolusi dan sebagainya. Bumi selain mengandung potensi sumber daya alam juga memiliki potensi bencana alam. Misalkan, logam merupakan bagian dari sumber daya alam, dan tanah longsor merupakan potensi bencana di bumi. Suara Merdeka pernah menulis tentang; "Tata ruang Kebumen mendesak untuk direvisi". Di dalamnya antara lain akan menggarap juga kawasan wilayah bagian utara Kebumen sampai di daerah Karangsambung pada tahun mendatang. Hal ini sungguh membahagiakan bila lebih cepat dilaksanakan. Di samping juga untuk kesejahteraan masyarakat, juga menyelamatkan penjarahan batu-batu bersejarah. Juga mencegah agar lahan konversi yang terdesak penambangan (areal penambangan di Kecamatan Karangsambung terus meluas). Bila perlu jadikan kawasan ini juga untuk wisata ala Borobudur, yakni sebagai tempat Wisata Bacaan Alam Kebumian. Sekaligus bisa sebagai tempat rekreasi yang sejuk indah dan nyaman di tepian Sungai Luk Ulo, Lereng Gunung Paras, Selorondo, bumi perkemahan Widoro dan bendungan Kaligending. Ambijo Jl H.M Sarbini 40, Kebumen *** Bimbing soal Nilam Membaca Suara Merdeka 5 Juli 2004 tentang tanaman nilam, tertulis Bapak Djoko siap membimbing dan menyediakan bibitnya pula. Saya tertarik dan ingin menghubungi Bapak Djoko secara langsung, tetapi di mana alamatnya. Mohon pembaca yang tahu,informasikan ke saya. Soenardjo Jl Tm Sri Rejeki Slt VI/13 Semarang *** Berguru pada Koizumi Kita boleh lega karena pemilu capres/cawapres 5 Juli berlangsung lancar. Mudah-mudahan diikuti proses penghitungan suara yang transparan sehingga terpilih presiden/wakil presiden yang benar-benar legitimate. Di negara Jepang ketika Junichiro Koizumi terpilih sebagai perdana menteri, dia mengawali pemerintahannya dengan semboyan no pain no gain. Artinya kebijakan reformasi tak akan bisa berjalan tanpa usaha dan kerja keras. Ternyata semangat tersebut mampu membangkitkan rakyatnya sehingga Jepang mampu keluar dari krisis ekonomi dunia tahun 1999. Jadi siapa pun yang menjadi presiden/wakil presiden RI, harus punya semangat no pain no gain. Mari kita dukung presiden terpilih agar bisa bekerja keras. Juga sungguh-sungguh menegakkan hukum, mengatasi pengangguran serta menegakkan cita-cita reformasi di segala bidang sehingga bangsa ini sejajar dengan negara maju lainnya. Kita tahu masalah keamanan dan ekonomi pada masa mendatang belum begitu mudah. Tetapi sebagai anak bangsa kita harus tetap optimis seberapa pun carut marutnya masalah bangsa ini pasti ada cahaya terang di ujung lorong yang gelap. Selamat berjuang bangsaku. Anang Achmad Ch Kp Jaksa 360 Semarang *** Bupati Temanggung Memasuki tahun pertama menjabat Bupati Temanggung, Bapak Drs Totok Ary Prabowo MA MSi telah banyak membawa daerahnya ke arah kemajuan di antaranya penyaluran dana pembangunan pedesaan lewat program "Gerbang Dusunku" bagi 288 desa/kelurahan. Alokasi dananya hampir Rp 20 miliar. Juga melaksanakan penghijauan kembali kawasan Gunung Sumbing dan Sindoro yang gundul. Penataan wajah kota makin cantik dengan lampu-lampu beraneka warna. Hal ini berdampak positif meningkatnya pendapatan ekonomi kerakyatan, karena aneka jajanan tradisional dijual sampai malam. Selian itu Bupati merencanakan pembangunan sarana perekonomian yang akan melibatkan investor serta memiliki kepedulian tinggi terhadap penderitaan rakyat. Ini terbukti beliau tidak segan-segan berkunjung ke rumah penduduk atau rumah sakit saat warganya terkena musibah dengan memberikan bantuan. Kemajuan yang telah dan akan diraih tersebut harus didukung segenap komponen warga dengan ikut ambil bagian dalam membangun daerah sesuai keahlian dan profesi masing-masing. Harapan ke depan, Temanggung mampu bersaing di era globalisasi dan akhirnya kehidupan rnasyarakat yang agamis dan sejahtera akan terwujud. Suharyanto SH Bagusan Rt 1/Rw 1 Temanggung *** Soal Pasar Mranggen Rencana Pemkab Demak merenovasi total pasar induk Mranggen, telah menimbulkan kontroversi dan keresahan sebagian pedagang. Mereka yang selama ini tidak pernah mendapatkan penjelasan terkait rencana itu, tentu saja bertanya-tanya. Hal ini mengingat belum genap satu tahun kios-kios di pasar tersebut juga telah direhab atas biaya Pernkab termasuk pagar pembatas. Pembangunan pasar, di mana pun memang selalu mengundang dilema. Pro dan kontra sebagai hal wajar mengingat pasar Mranggen, merupakan sumbu hidup bagi sekitar 1.000 pedagang. Pasar ini bukan grosir layaknya Klewer Solo atau Johar Semarang. Karenanya rencana pembangunannya harus dilakukan setelah melalui proses pengkajian mendalam, baik dari aspek ekonomi, sosial, lingkungan, agar tidak muncul dampak yang bisa memicu keresahan sosial. Saya menyambut baik langkah Pemkab untuk lebih dulu melakukan studi kelayakan pembangunan pasar Mranggen (SM, 30/6/2004 ). Dan tidak kalah penting, proses komunikasi dan sosialisasi yang matang dengan mengedepankan asas keadilan serta keterbukaan. Di sinilah sebenarnya peran lembaga legislatif termasuk komisi yang membidangi pembangunan pasar menjadi sangat penting. Mestinya mereka melakukan kunjungan langsung ke pasar, mendengarkan keluh kesah pedagang yang notabene adalah rakyat kecil. Sehingga apa yang mereka bahas dan putuskan di lembaga legislatif tidak menimbulkan kesenjangan tajam antara aspirasi rakyat dan para wakilnya. Ini sebenarnya tantangan tersendiri bagi Pemkab Demak untuk bekerja keras mencari solusi terbaik bagaimana penanganan pasar Mranggen tanpa menimbulkan gejolak. Saya yakin Pemkab bisa melakukan langkah bijak dalam kerangka win-win solution. Cara-cara lama dalam penanganan pembangunan pasar rakyat sudah selayaknya ditinggalkan. Intimidasi dan praktik kekerasan bukanlah cara terbaik, justru akan menimbulkan perasaan frustasi dan antipati. Rakyat sudah lelah menderita. Arif Setyawan SAg Rayungkusuman 7, Mranggen *** Sabuk Keselamatan Peraturan pengemudi/penumpang di sebelah pengemudi harus memakai sabuk keselamatan perlu didukung semua pihak. Tetapi pernahkah terlintas di benak kita bila suatu saat terjadi mobilnya terbakar, apakah hal ini tidak akan menghambat sopir/penumpang untuk menyelamatkan diri. Padahal seharusnya mereka bisa selamat (mungkin), tapi karena gugup melepas sabuk keselamatan jadi tidak bisa terbuka dan akhirnya mereka bisa terbakar. Mumpung saat ini belum kejadian, maka harus dipikirkan efek samping daripada membuat peraturan yang dapat merugikan seseorang. Oei Shu An Jl Wotgandul Timur 23 Semarang |