DENGAN ekspresinya yang dingin, Amangkurat menusukkan keris ke
dada Trunojoyo. Tubuh tegap itu lalu rubuh bersimbah darah, mengejang,
mengerang, dan meregang nyawa. Tokoh dari Madura itu telah mati, dan raja
Mataram boleh saja merasa telah memenangkan perang.