logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 SALA
Line

Judi Cap Ji Kia Libatkan Pelajar

  • Omzet Rp 300 Juta Per Hari

SRAGEN-Judi cap ji kia di Kota Kecamatan Gondang kembali merebak. Kali ini dari jenis Anglingdarmo, yang dibuka tiap dua jam mulai pukul 11.00 hingga pukul 23.00 WIB.

Puluhan tambang (bandar-Red) menjajar meja di seputar terminal, stasiun KA, dan Pasar Gondang. Mereka menerima taruhan secara terbuka.

Bahkan ada sejumlah tambang membuka dasaran di kios Pasar Gondang.

''Yang memprihatinkan, sejumlah pelajar SMP dan SMA ikut terlibat judi itu,'' tutur Puji Santosa, aktivis LSM Gema Bangsa yang tinggal di Gondang.

Sejumlah tokoh masyarakat khawatir, kota Kecamatan Gondang yang terletak sekitar 12 km arah tenggara Sragen bakal menjadi kota perjudian. Sebab, perjudian jenis itu tidak dilokalisasi di suatu tempat.

Mei silam, perjudian itu pernah dihentikan. Namun, kini ramai lagi. Di sejumlah titik keramaian seperti di pasar, warung, dan terminal selalu ada tambang yang menggelar meja. Dalam situasi ekonomi yang serba sulit, judi jenis itu sangat digemari masyarakat Gondang yang terletak di perbatasan Jateng - Jatim itu.

Lokasi yang paling ramai di Pasar Bambu Mbah Gajah di bekas tempat mangkal WTS. Di lokasi itu perjudian jenis itu tampak seperti ''resmi''. Ini terbukti dengan adanya sejumlah kios/warung yang ikut menjajakan.

Bahkan beberapa tambang beroperasi tak jauh dari Polsek Gondang. Ada penambang yang bergerak ke sana kemari menjemput pemasang, namun banyak pula yang membuka dasaran dengan meja yang dilengkapi ramalan atau sonji serta paito.

Tidak Dilayani

Judi cap ji kia dimainkan dengan menggunakan 12 kartu cina. Setiap kartu memililiki nama dan simbol sendiri.

Kartu 1x disebut ratu, 6x nengkrang, 4x gundul, dan seterusnya. Setiap pemasang yang menembak angka tepat mendapat 10 kali lipat dari uang yang dia pasang.

Kapolsek Gondang Iptu Sarno yang dimintai konfirmasi tidak bersedia memberikan komentar. Keterangan yang dihimpun dari para tambang menyebutkan, judi cap ji kia jenis Anglingdarmo yang dikelola Wawan (35) memiliki jaringan cabang hingga Kecamatan Tangen, Jenar, Nrgampal, Sambungmacan, dan Kedawung yang berjarak cukup jauh.

Omzetnya mencapai Rp 300 juta per hari. Komunikasi antar-tambang dan pengepul dilakukan melalui pesawat telepon atau Hp.

Masyarakat mengimbau, sebaiknya para tambang menolak jika ada remaja seusia pelajar ikut taruhan.

''Meski keberadaan judi cap ji kia tidak dikontrol petugas, sebaiknya tambang tidak melayani para pelajar,'' pinta sejumlah warga Gondang.

Puji Santosa menyesalkan banyak siswa SMP dan SMA yang dibiarkan saat ikut memasang taruhan. ''Mbok para pelajar jangan diizinkan pasang,'' harapnya.(nin-49k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA