| Senin, 12 Juli 2004 | SALA |
Pembuatan Pasar Darurat PemborosanKARANGASEM- Sekretaris Komisi D DPRD Surakarta Drs Bandung Joko Suryono menilai pembuatan pasar darurat di Jalan Astana Utara yang kini dalam proses pengerjaan sebagai pemborosan. Sebab, aparat kecamatan setempat tengah mencari alternatif pengganti lokasi pasar darurat bila nantinya Pasar Nusukan direnovasi, menyusul kebakaran pada Selasa (29/6) lalu. "Kalau untuk membangun kembali Pasar Nusukan harus dengan memindahkan pedagang yang ada di pasar darurat ke lokasi lain, tentu itu pemborosan. Sebab selain pembiayaan yang semakin membengkak, berarti harus melakukan dua kali kerja," katanya, kemarin. Meski demikian, anggota Fraksi Golkar tersebut bisa mengerti keputusan Pemkot membuat pasar darurat di Jalan Astana Utara yang menelan dana Rp 300 juta itu. Sebab keputusan membuat pasar darurat di sekitar lokasi kebakaran merupakan hasil kesepakatan dengan pedagang. "Memang serbasulit, soalnya pasar darurat di sekitar lokasi kebakaran itu merupakan keinginan pedagang agar dapat sesegera mungkin berjualan kembali," kata dia. Karena itu, dia meminta Pemkot bisa mengefektifkan pengerjaan pembangunan kembali Pasar Nusukan agar tidak membebani APBD. Bila nanti pembangunan melibatkan investor, sudah menjadi keharusan pembiayaan pembangunan pasar darurat di lokasi baru ditanggung investor. "Seperti yang terjadi pada pembangunan Pasar Gede setelah terbakar empat tahun lalu, pasar darurat juga dibiayai investor. Kalau misalnya nanti melibatkan investor, pasar darurat baru ya harus dibiayai investor." Sebelumnya, anggota Komisi C Gunawan M Suud seusai melakukan dengar pendapat dengan Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Drs Rusmanto (Rabu 7/7) mengemukakan, aparat Kecamatan Banjarsari tengah mencari lokasi alternatif pasar darurat bila pembangunan Pasar Nusukan dimulai. "Semuanya serbadarurat. Karena membutuhkan penanganan yang cepat, maka pasar darurat dibangun di sekitar lokasi kebakaran." Pasar Modern Bandung menuturkan, Pemkot sebaiknya segera memikirkan pembangunan kembali Pasar Nusukan. Ke depan, dia mengusulkan Pasar Nusukan dikembangkan dari sebelumnya. Alasannya, lokasi pasar sangat memungkinkan untuk mengembangkan perekonomian Solo bagian utara. "Kalau dikembangkan menjadi pasar modern, tentu akan lebih bermanfaat. Sebab daerah itu cukup strategis untuk pengembangan Solo bagian utara. Kita tahu, Nusukan cukup dekat dengan perbatasan daerah lain." Bandung berharap hal itu jangan sampai merugikan pedagang lama. Karena itu, pedagang lama harus diberikan tempat agar bisa beraktivitas seperti semula. "Misalnya lantai bawah khusus diperuntukkan pedagang lama, sementara lantai atas untuk pedagang baru." (G13-80s) |