| Senin, 12 Juli 2004 | RAGAM |
Kontes Robot Cerdas 2004Politeknik Semarang Masuk Delapan BesarJAKARTA- Setelah menyingkirkan robot Gotry dari Unibra Malang, robot Rojale (Universitas Negeri Jakarta) dan robot Geulis (ITB) serta robot Collaborate (Politeknik Negeri Semarang) masuk delapan besar. Sayang, robot asal Semarang ini kemudian harus mengakui keunggulan robot Detronik dari Politeknik Manufaktur Bandung di perempat final pada ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2004, pada 10-11 Juli di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jakarta. Sempat tampil cemerlang pada hari pertama (10/7), penyelenggaraan ajang dwi tahunan yang diselenggarakan Dirjen Dikti dan TVRI, Collaborate, robot manual dengan panjang 110 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 60 cm dengan sistem kontrol dari remote control itu hanya menyodok delapan besar dari 32 peserta se-Indonesia. Wismo Purnomo, Mansyur dan Agus Hasan Ma'arif sebagai tim inti harus menyudahi kiprahnya pada hari kedua (11/7). Ajang KRI dan KRCI 2004 menobatkan robot Sifa dari Politeknik Elektro Negeri Surabaya sebagai pemenang yang berhak mewakili Indonesia untuk tampil di ajang ABU Robocon 2004 di Seoul, Korea Selatan, 11 September mendatang. Dengan tema "Pertemuan Rama (Gyeonwoo) dan Shinta (Jiknyeo)" yang diselaraskan dengan tema yang ditentukan ABU Robocon, wahana adu prestasi mahasiswa dalam hal kemampuan perancangan, implementasi, dan strategi robotika ini sarat dengan pengembangan ilmu dan teknologi. Dan, meski kontes ini cenderung ilmiah namun demikian tetap dikemas dalam sebuah tontonan yang menghibur. Kemeriahan KRI dan KRCI 2004 ini terlihat dengan antusiasme peserta kontes KRI yang diikuti oleh 40 tim (40 proposal) dan 20 tim KRCI (20 proposal) yang mendaftar pada seleksi awal. Setelah melalui penyaringan, juri menetapkan 32 tim KRI dan 14 tim KRCI untuk mengikuti adu cerdas robot. Bukan itu saja. Bahkan dalam penyelenggaraannya, panitia berhasil menghadirkan ratusan penonton yang memadati lebih dari separoh tempat duduk di Balairung Universitas Indonesia, sebagai tempat berlangsungnya ajang bergengsi itu. "Kami memang sengaja membungkus agenda ini menjadi sesuatu yang tetap dapat untuk dinikmati oleh penonton," kata Dieny Tjokro, Ketua Panitia KRI dan KRCI 2004. Dan lihatlah, betapa ratusan penonton yang juga bertindak sebagai suporter almamaternya itu senantiasa bersemangat menyoraki jagonya masing-masing. Kontes KRI yang telah berlangsung untuk kali ke-6 dan kali pertama untuk KRCI tampaknya berhasil merangsang kecerdasan mahasiswa untuk berkarya. "Hajad dwitahunan ini memang kami upayakan untuk mendorong daya kreativitas mahasiswa dalam meningkatkan kualitas robot, terutama dalam sistem kontrolnya," Imbuh Dieny Tjokro. (G-20-33). |