| Senin, 12 Juli 2004 | PEMILU 2004 |
SBY Perlu Merombak Struktur Tim SuksesJAKARTA- Pengamat politik dan intelijen Juanda menyarankan, calon presiden (capres) Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) perlu merombak struktur tim suksesnya. Sebab, kemenangan SBY pada pemilu presiden dan wakil presiden putaran pertama adalah sebuah fenomena yang tidak bisa dijelaskan secara rasional. "Jangan sampai keinginan rakyat tersebut terhambat oleh parasit-parasit yang justru akan menghancurkan SBY sehingga tidak sukses di putaran kedua nanti," katanya di Jakarta, Minggu kemarin. Dia berpendapat, penurunan popularitas capres SBY menjelang putaran pertama pemilu presiden dan wakil presiden pada 5 Juli lalu, antara lain karena keberadaan orang-orang di sekelilingnya. Meski demikian, penurunan popularitas itu memang tidak menggoyahkan peluangnya untuk memenangi putaran pertama dan maju ke babak final pada September mendatang. Juanda menjelaskan, ketika SBY masih tampil sendiri saat menjabat menko polkam, nama besarnya terus menanjak. Namun begitu menjadi capres, akibat kelemahan orang-orang di sekelilingnya, SBY ikut terdegradasi. Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menjelang 5 Juli menunjukkan, popularitas SBY 45% dibandingkan dengan tokoh lain seperti Megawati yang cenderung stabil serta Amien Rais dan Wiranto yang cenderung menguat. Menurut pandangan Syaiful Mujadi dari LSI, peningkatan popularitas Amien Rais dengan dukungan PKS ataupun Wiranto yang didukung Golkar dan PKB belum mampu menggoyahkan popularitas SBY. Dia menyebutkan, meski popularitas SBY itu masih pada angka 45%, perolehan suara SBY-Jusuf Kalla pada pemilu putaran pertama akan berkisar 33%-35%. Artinya, ada disparitas angka relatif tinggi antara survei yang berada pada angka 45% dan perolehan suara yang berkisar 33%-35%. Dengan demikian, meski popularitas SBY menurun, masih yang tertinggi dibandingkan dengan yang lain. Berdasarkan hasil survei LSI, dukungan terhadap SBY-Kalla hampir merata pada semua partai. Pendukung Golkar yang memilih Wiranto hanya sekitar 54%, begitu juga tidak seluruh simpatisan PKS dan warga Muhammadiyah memberi dukungan kepada Amien Rais. Akan Terganggu Juanda berpendapat, popularitas SBY akan terganggu selama SBY tidak mampu membenahi orang-orang sekelilingnya. "Lawan politik SBY selalu membuat isu dan black propaganda, namun sulit untuk menyentuh langsung kepada pribadi SBY," tandasnya. Juanda juga menilai kurang berperannya Partai Demokrat dan Partai Bulan Bintang (PBB) dalam rangka mengegolkan SBY ke RI-1. Kedua partai itu kurang memiliki inisiatif dalam rangka meluruskan isu-isu yang merugikan SBY. Dia mengatakan, kedua partai itu kurang memberi penjelasan secara lengkap dan tuntas kepada publik mengenai isu pada sebagian masyarakat minoritas bahwa SBY akan menerapkan syariat Islam jika terpilih sebagai presiden dan di kalangan muslim beredar isu akan melakukan kristenisasi.(nas-87j) |