| Senin, 12 Juli 2004 | PEMILU 2004 |
DPC-DPC Sepakat Lakukan Regenerasi
SEMARANG- Sejumlah pengurus DPC PPP di Jateng memberikan respons atas lontaran usulan agar partai berlambang Kakbah itu menggelar muktamar yang dipercepat. Mereka memberikan dukungan bahwa partai itu memerlukan pimpinan yang lebih memiliki kredibilitas di mata warganya. Ketua DPC PPP Banjarnegara Wahyono Tadjudin kemarin menegaskan, PPP harus diselamatkan. Warga partai, ujarnya, tidak harus dipaksakan melindungi Hamzah Haz menyusul kekalahan pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2004. "Kami sepakat untuk berupaya keras menyelamatkan partai. Salah satu caranya adalah dengan mengonsolidasi pengurus dan organisasi," ujarnya saat ditanya tentang lontaran agar PPP menggelar muktamar luar biasa (MLB). Tanggapan senada juga disampaikan Ketua DPC PPP Temanggung Drs Muhammad Irfan. Menurut penuturannya, berdasarkan penghitungan sementara pemilu presiden dan wakil presiden, pasangan Hamzah-Agum memang kehilangan banyak suara. "Kemerosotan perolehan itu mengindikasikan Pak Hamzah kurang mendapat kepercayaan di kalangan warga PPP. Karena itu, gagasan untuk menggelar MLB perlu mendapat tanggapan positif," tandasnya. Irfan yang juga Wakil Bupati Temanggung itu mengungkapkan, apabila Hamzah tetap dipertahankan sampai Muktamar 2007, dalam waktu tiga tahun ke depan PPP dipimpin oleh seorang yang sudah banyak kehilangan kepercayaan. Kader Muda Ketua DPC PPP Demak Nurhamid Wijaya BA yang juga mantan Bupati Demak itu menanggapinya dari sudut pandang lebih makro. Menurut pendapatnya, yang kehilangan kepercayaan di mata pendukungnya itu tidak hanya Hamzah Haz. Capres dari partai lain juga ada yang perolehan suaranya berada di bawah perhitungan suara hasil Pemilu Anggota Legislatif 5 April lalu. Namun, kata dia, di tubuh PPP perlu ada penyegaran kepemimpinan. Dia memandang, Hamzah adalah tokoh masa lalu. "Pada masa sekarang, PPP membutuhkan figur yang lebih segar. Banyak kader muda yang pemikirannya lebih segar," ujarnya. Sekretaris DPC PPP Jepara Sutarjo menekankan, tampilnya kader muda di jajaran pengurus PPP tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tokoh-tokoh kawakan partai tetap dibutuhkan sebagai pendamping generasi muda. Akan tetapi, pemimpin PPP harus dipegang dari generasi muda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan partai. Soal nama kader muda pengganti Hamzah, dia menyebutkan, kader berbakat dari pusat ataupun daerah cukup banyak yang bisa diperhitungkan.(D14,G1-78j) |