| Senin, 12 Juli 2004 | PANTURA |
Orang Tua Bingung Hadapi PSBPEKALONGAN - Mayoritas orang tua mengaku bingung ketika menghadapi penerimaan siswa baru (PSB) untuk mencarikan sekolah bagi putra-putri mereka. Mereka rata-rata menginginkan anaknya bisa masuk ke sekolah favorit. Padahal, daya tampung sekolah yang ada tidak sebanding dengan jumlah peminat. Di Kota Batik Pekalongan pendaftar siswa yang membeludak baru terlihat di sekolah favorit seperti SMA 1, SMA 2, dan SMA 3. Jumlah kursi yang disediakan untuk siswa baru tidak sepadan dengan jumlah pendaftar. ''Saya sangat mengharapkan anak saya diterima di sekolah ini. Namun, kalau melihat saingan yang ada kemungkinan anak saya tidak bisa diterima karena nilainya rata-rata masih di atasnya,'' kata Etik, kemarin. Menghadapi hal seperti ini, tidak jarang orang tua kasak-kusuk mencari alternatif cara agar putra-putrinya dapat diterima di sekolah yang diharapkan. Menurut Kepala SMA 3 Pekalongan Drs Yunus Suwandi, sadar atau tidak, langkah orang tua dengan cara curang adalah menyalahi aturan dan merupakan penyimpangan penerimaan siswa baru. ''Sekolah sangat dirugikan karena secara langsung kualitas siswa yang diterima dengan cara seperti itu akan memengaruhi mutu.'' SMU 3 dalam PSB tahun ini menerima siswa baru dari luar kota 20%, sedangkan dalam kota 80%. Hal itu berkenaan dengan aturan adanya otonomi daerah, anjuran dan kebijakan dari Wali Kota Drs H Syamsudiat MM yang bertujuan agar pemerataan anak didik tercapai. ''Kami menerapkan sistem seleksi dalam penerimaan siswa baru, batasan penerimaan yang diberlakukan agar sekolah di daerah juga mendapatkan siswa yang berkualitas, sehingga pemerataan dapat diwujudkan,'' tambahnya.(wn-74e) |